4 Macam Produk Ini Jangan Sampai Menjadi Sponsor Audisi Olahraga, KPAI Wajib Pantau
howexplore - 4 Macam Produk Ini Jangan Sampai Menjadi Sponsor Audisi Olahraga, KPAI Wajib Pantau | imgix.net
howexplore - 4 Macam Produk Ini Jangan Sampai Menjadi Sponsor Audisi Olahraga, KPAI Wajib Pantau | imgix.net

HOWEXPLORE – Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini sedang diributkan polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan sebuah perusahaan rokok yang selama bertahun-tahun rutin mengadakan audisi Badminton Djarum Foundation.

KPAI menilai bahwa audisi tersebut adalah sebuah eksploitasi terhadap anak untuk iklan perusahaan tersebut karena terdapat logo pada kaos para peserta audisi yang dibagikan. Padahal, dalam surat yang dibuat KEMENPORA kepada KPAI, jelas dikatakan tidak terpenuhinya unsur eksploitasi.

Hal itu karena terdapat perbedaan logo yang ada pada event tersebut dengan logo perusahaan. Audisi Badminton tersebut akhirnya secara resmi dihentikan oleh Djarum Foundation mulai tahun depan. Hasil dari keputusan itu menyulut amarah warganet yang menilai KPAI telah salah langkah dan berpotensi ikut bertanggung jawab terhadap hasil prestasi olahraga bulutangkis di masa depan.

Nah, di bawah ini ada 4 macam produk yang perlu dipantau dan diawasi oleh KPAI karena berpotensi berbahaya jika merk atau logo perusahaan yang memproduksinya terpampang di kaos para peserta audisi olahraga.

  1. Kopi 

    howexplore - 4 Macam Produk Ini Jangan Sampai Menjadi Sponsor Audisi Olahraga, KPAI Wajib Pantau | imgix.net

    howexplore – 4 Macam Produk Ini Jangan Sampai Menjadi Sponsor Audisi Olahraga, KPAI Wajib Pantau | imgix.net

Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu disebabkan karena kopi menjadi ‘obat’ di kala kita mengantuk berat, sedangkan tugas masih menumpuk. Belum lagi fakta bahwa kopi saat ini selalu menjadi inspirasi para anak muda untuk membuat puisi di kala senja.

Dengan minum kopi, maka rasa kantuk akan menjadi hilang dan badan merasa bugar dan segar kembali. Namun tenang saja, meskipun rasa kantuk hilang setelah minum kopi, namun rasa cinta kita terhadap sesama tetap tidak akan hilang. Karena efek dari kopi tidak menghilangkan kesadaran dan membuat rusuh.

Sebaliknya, kopi membuat kesadaran tetap terjaga dan kita mampu menyelesaikan pekerjaan atau tugas-tugas kita. Nah, jika efek kopi positif, kenapa perusahaan kopi harus dilarang untuk menjadi sponsor olahraga? Mari kita urai satu persatu bahaya kopi, sehingga jangan sampai menjadi sponsor olahraga di negeri ini.

Pertama, bayangkan jika sebuah perusahaan kopi menjadi sponsor acara olahraga, sebutlah bulutangkis. Perusahaan tersebut mengadakan audisi atlit badminton usia dini. Otomatis merk dari perusahaan kopi itu terpampang di kaos para peserta audisi dan spanduk acara tersebut.

Kemudian ada seorang anak yang alih-alih konsentrasi atau antusias mengikuti audisi, ia malah penasaran dengan merk perusahaan itu. Setelah itu, si anak terus dihantui oleh merk kopi itu dan rasa penasaran yang membuncah terus merongrong jiwanya.

Sehingga ia diam-diam membeli kopi dengan merk yang sama yang menjadi sponsor audisi tempo hari. Si anak menenggak kopi tersebut dan tak bisa tidur berhari-hari. Alih-alih menjadi segar, ia justru menjadi insomnia dan kehilangan konsentrasi belajar. Dan pada siang hari ia baru merasa ngantuk yang dasyat.

Itu baru 1 anak. Bagaimana jika itu terjadi pada ribuan anak. Bisa-bisa Negara Kesatuan Republik Indonesia bakal dipenuhi jutaan anak yang mengidap insomnia akut karena sulit tidur di malam hari yang disebabkan menenggak kopi. Sementara siang hari malah mengantuk.

Maka di NKRI akan muncul ribuan bahkan jutaan anak yang menjadi goblok karena kebanyakan ngopi di malam hari. Jutaan anak itu akan berjalan bagaikan zombie saat menuju sekolah. Alih-alih konsentrasi belajar, yang ada justru isi kepala blank dan tak mampu berpikir jernih.

Dengan prediksi yang kami paparkan di atas, sudah sewajarnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau gerak-gerik perusahaan rokok saat ini. Jika terlihat menjadi sponsor olahraga, baik badminton, sepakbola, basket, sepak takraw, voli pantai, balap kuda, catur, balap lari, lempar lembing, lempar batu sembunyi tangan, lempar tanggung jawab, lempar senyuman, dll.

Jika perlu KPAI juga bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Myanmar (KPAM), Komisi Perlindungan Anak Papua Nugini (KPAPN), Komisi Perlindungan Anak Burundi (KPAB), Komisi Perlindungan Anak Senegal (KPAS), Komisi Perlindungan Anak Slovakia (KPAS), Komisi Perlindungan Anak Nepal (KPAN), dll.

Hal itu disebabkan bahaya kopi bisa masuk ke negara manapun. Selain itu, bahaya laten lain dari kopi adalah menyebabkan asam lambung. Jangan sampai anak Indonesia menderita asam lambung. Apalagi jika kopinya adalah kopi sachetan. Wah bisa-bisa dibully sama anak indie yang anti kopi sachetan.

Jadi, bahaya kopi yang harus dijauhkan dari anak-anak bangsa ini adalah, insomnia atau susah tidur sehingga tak mampu konsentrasi belajar, asam lambung yang dapat membuat anak izin mengikuti pelajaran di sekolah, dan dapat bully dari sebagian anak indie yang anti kopi sachetan.

  1. Mie Instan 

    howexplore - Mie Instan | alicdn.com

    howexplore – Mie Instan | alicdn.com

KPAI wajib untuk mengawasi perusahaan mie instan. Sebab, ternyata sangat berbahaya jika dikonsumsi terlalu berlebihan. Seperti kita ketahui, mie instan merupakan makanan yang kini telah menjadi budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jutaan populasi anak kos terselamatkan dengan adanya makanan ini. Di awal bulan, jamak kita jumpai anak-anak kos yang menyantap Masakan Padang atau nasi goreng cumi.

Namun di akhir bulan, terjadi pembelian mie instan secara masif yang disebabkan cekak-nya kondisi keuangan anak-anak kos. Namun mie instan tetap saja merk makanan yang harus wajib dilarang sebagai sponsor event olahraga. Apalagi audisi atlit cilik. Lho emangnya kenapa? Baik, mari kita urai.

Menurut doktersehat.com jika kita sering mengkonsumsi mie instan, maka memiliki resiko kanker. Hal itu disebabkan makanan yang disimpan dalam badan selama akibat pencernaan yang lambat, bahan kimia beracun dan pengawet dipertahankan dalam tubuh, sering mengarah ke paparan berlebihan dari Butylated hydroxyanisole (BHA) serta t-butylhydroquinone (TBHQ).

Sedangkan BHA dan TBHQ pada produk untuk membuat mie instan bisa digunakan lebih lama. Kedua bahan kimia itu bersifat karsinogenik. Yang artinya bisa menyebabkan kanker, asma, dan diare apabila dimakan terlalu sering. Wah bukankah ini sangat bahaya sekali.

Kami tak dapat membayangkan saat seorang anak melihat logo merk perusahaan mie instan di kaos audisi atlit Nascar usia dini. Si anak yang penasaran dengan mie instan tersebut kemudian membeli dan mengkonsumsinya. Oke-lah sekali, 2 kali gak masalah.

Namun jika si anak itu kemudian kecanduan mie instan dan mengalami sakau apabila tak mengkonsumsinya. Sehingga mau tak mau ia mengkonsumsinya berkali-kali, maka membahayakan keselamatan dirinya. Bagaimana jika ia diare ketika beberapa jam kompetisi Nascar dimulai?

Bisa-bisa ia mengalami mencret di dalam mobil saat sedang balapan Nascar. Betapa malu dirinya jika kemudian menepikan mobil Nascar miliknya dan ketika ditanya wartawan tentang apa yang terjadi, ia menjawab ‘mencret.’

Lalu di hedaline sebuah portal olahraga ditulis dengan judul, “seorang pembalap Nascar usia dini dari Indonesia didiskualifikasi karena mencret.” Betapa malu, klub, keluarga, rekan, tetangga, dan bangsa ini dengan berita tersebut.

Bahaya lain dari Mie Instan jika dikonsumsi terlalu sering adalah adanya potensi tumpukan zat-zat kimia berbahaya di dalam otak. Kalau itu terjadi, lagi-lagi muncul ribuan, bahkan jutaan anak-anak di negeri ini yang menjadi bodoh.

Jika terdapat banyak anak bodoh di negeri ini, maka mereka jika dewasa akan mudah terpapar hoax tanpa crosscek terlebih dahulu kebenarannya, akan mudah menjadi pribadi yang posesif terhadap pacar dan melakukan tindak kekerasan, akan menjadi begal, pecandu narkoba.

Wuih, sebuah hal yang sangat amat sulit dibayangkan. Saya saat menulis ini saja sampai depresi ketika membayangkannya. Mohon KPAI segera mengawasi perusahaan-perusahaan mie instan di negeri ini maupun negeri manapun yang mengimpor produk mie instan ke Indonesia.

  1. Permen 

    howexplore - Permen | hellosehat.com

    howexplore – Permen | hellosehat.com

Permen merupakan makanan yang asik untuk dinikmati sesekali waktu. Baik untuk menyegarkan mulut, menghilangkan bau mulut (kecuali mulut busuk yang suka gibah atau ngomongin kejelekan oran), mengisi kekosongan waktu ketika bete (tidak berlaku untuk kekosongan hati), dll.

Namun ternyata permen sangat berbahaya jika terlalu berlebihan dikonsumsi. Apalagi yang mengkonsumsi adalah anak kecil dengan gigi yang baru tumbuh. Berbahayanya adalah dapat menyebabkan kerusakan pada gigi karena banyaknya kandungan gula pada permen.

Bagaimana jika apabila ratusan ribu anak-anak yang mengikuti audisi atlit tinju usia dini melihat logo merek perusahaan permen yang menempel di kaos peserta? Maka ratusan ribu anak tersebut bisa jadi bakal mencoba konsumsi permen. Ya, sekali, 2 kali, 3 kali tak akan menjadi masalah yang berarti.

Namun lagi-lagi tolong pikirkan, bayangkan, renungkan, refleksikan wahai bapak-bapak dan ibu-ibu di kami di KPAI. Bayangkan jika ratusan ribu anak tersebut mengkonsumsi permen secara berlebihan serta menjadikannya candu. Maka ini SANGAT BERBAHAYA!!!

Gigi-gigi mereka yang mungil dan lucu bakal mengalami kerusakan. Sehingga mereka akan kesakitan, menangis meraung-raung dan histeris yang membuat kedua orangtuanya panik dan bersedih hati anak yang dicintainya menderita.

Belum lagi jika gigi mereka mau tak mau harus dicabut. Maka mereka akan mengalami ompong. Pikirkan tatkala mereka hendak melakukan pertandingan tinju dengan lawannya. Dengan demikian gigi ompong itu hanya mengurangi kengerian atau mengurangi wajah sangar sang anak, sehingga mengurangi rasa takut sang lawan.

Hal ini berimplikasi pada kondisi psikologis mereka dan juga masa depan mereka. Tolong bapak ibuku di KPAI sekalian. Dengarkan jeritan dan ketakutan, serta kecemasan kami. Pantau terus siang dan malam perusahaan-perusahaan permen.

Jangan sampai ratusan ribu putra putri bangsa ini menjadi korban kebiadaban bakteri-bakteri yang muncul karena keseringan makan permen. Tolong!!! Maka jangan sampai logo-logo merk permen itu terpampang di kaos-kaso peserta audisi atlit usia dini olahraga apapun.

  1. Kondom 

    howexplore - Kondom | hellosehat.com

    howexplore – Kondom | hellosehat.com

Ya, kita semua tahu kenapa merk tersebut harus dilarang.