AC Milan Bahagia Cuma Kalah 0-1 Oleh Bayern Munich Di International Champions Cup
howexplore - AC Milan Bahagia Cuma Kalah 0-1 Oleh Bayern Munich Di International Champions Cup | twimg.com
howexplore - AC Milan Bahagia Cuma Kalah 0-1 Oleh Bayern Munich Di International Champions Cup | twimg.com

HOWEXPLORE – International Champions Cup 2019 kembali digelar. International Champions Cup merupakan turnamen persahabatan yang digelar tiap musim panas, dimana kompetisi liga-liga Eropa sedang libur. Turnamen tersebut mempertemukan banyak klub klub top di daratan Eropa, seperti Real Madrid, Juventus, Man Utd, Barcelona, Chelsea, dan Paris Saint Germain.

Selain mempertemukan klub-klub top Eropa, International Champions Cup juga menghadirkan beberapa klub papan tengah, bahkan medioker Eropa, diantaranya Inter Milan, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Harapannya, supaya klub-klub medioker tersebut dapat merasa bahagia karena bertanding dengan klub-klub terbaik Eropa dan dunia.

Selain itu, demi menghormati sejarah, Internationa Champions Cup juga menghadirkan klub yang dahulu kala pernah berada di jajaran klub top Eropa dan dunia, namun sedang terpuruk dan berada di papan bawah liga, seperti AC Milan. Dengan mengundang AC Milan, para publik sepakbola dapat mengetahui bahwa di suatu masa pernah ada klub besar bernama AC Milan yang kini sudah tak lagi besar.

Dengan undangan itu, AC Milan diharapkan merasakan romantismenya ketika melawan tim-tim elit Eropa di Liga Champion. Salah satu romantisme di International Champions Cup 2019 itu baru saja hadir dengan adanya laga yang mempertemukan antara AC Milan dengan raksasa Jerman, Bayern Munich.

Pada laga yang berlangsung di Children’s Mercy Park, Rabu 24 Juli 2019 itu, Bayern Munich hanya mampu mengalahkan AC Milan dengan skor tipis, setipis kondom sutra, 1-0. Sewaktu pertandingan akan dimulai, kedua tim berjabat tangan seperti biasanya. Terlihat para pemain AC Milan yang gemetaran karena nervous dan tak percaya dapat berlaga melawan Bayern Munich. Para pemain AC Milan merasa seperti berada dalam mimpi.

Bayern Munich pada laga ini menurunkan pemain barunya, Benjamin Pavard, yang bersinar di Piala Dunia 2018 lalu bersama tim nasional Perancis. Selain Pavard, Bayern Munich menurunkan Niklas Suele. Niklas Suele merupakan mantan pelawak yang karirnya bersinar di Indonesia bersama Endru Taulany dan Nunuk Srimulaz. Bosan menjadi pelawak, Niklas Suele pun banting setir jadi pemain sepakbola. Tak tanggung tanggung, Bayern Munich pun langsung merekrutnya.

Niklas Suele direkrut untuk menggantikan Arjen Robben yang pensiun. Robben kini malah banting setir menjadi host dan penyanyi dengan berganti nama menjadi Robben Onzu. Bayern Munich juga mempunyai motivasi lain dalam merekrur Niklas Suele, yaitu untuk menghibur para pemain Bayern Munich di kala stress melanda. Seperti kita tahu bahwa Munich sudah lama tidak merasakan juara Liga Champion Eropa.

Maka, tidak heran jika tiap musim para pemain Bayern munich selalu dberikan target juara Liga Champion Eropa. Hal itu membuat para pemain Bayern Munich depresi. Akhirnya manajemen pun mendatangkan Niklas Suele untuk dapat menghibur rekan-rekannya dengan joke-joke receh yang ia lontarkan. Tentu saja, manajemen Bayern Munich berharap Niklas Suele melakukan lawakan dengan niat yang niklas, seperti nama depannya.

Sementara, AC Milan juga tak mau kalah dengan menurunkan pemain barunya, yaitu Theo Hernandez dan Daniel Maldini, putra dari legenda AC Milan, Paolo Maldini, sekaligus teman akrab Daniel Mananta. Adanya Daniel Maldini di kubu AC Milan sempat mendatangkan protes dari para suporternya yang menuduh tim tersebut melakukan nepotisme karena Daniel Maldini merupakan anak Paolo Maldini, sang legenda Rossoneri. Padahal pemain lain dapat bermain di AC Milan lewat jalur tes.

Selain tes, Para pemain AC Milan dapat diterima di tim itu karena belajar kisi-kisi tes lolos AC Milan. Kembali ke Daniel Maldini. Sadar keberadaannya menimbulkan kontroversi, ia ingin membuktikan bahwa AC Milan merekrutnya bukan karena ia anak seorang legenda, tapi karena cucu seorang legenda AC Milan, yaitu mendiang Cesare Maldini.

Kembali ke laga AC Milan melawan Bayern Munich. Pada babak pertama, laga International Champions Cup 2019 antara Bayern Munich melawan AC Milan ini berjalan dengan lambat. AC Milan menemui kesialan setelah pemain barunya, Theo Hernandez mengalami cidera beberapa detik menjelang babak pertama usai. Sejak saat itu Theo Hernandez dan AC Milan tak lagi percaya filosofi “biar lambat asal selamat” karena Theo Hernandez tak selamat ketika laga berjalan lambat.

Karena hal itu, AC Milan kemudian mencoba merubah gaya permainan dengan lebih cepat di sisa babak pertama. Tapi naas, Bayern Munich justru mencuri gol lewat Leon Goretzka memanfaatkan umpan matang dari Joshua Kimmich, saudara kandung dari Joshua Kimcil. 1-0 untuk Bayern Munich.

AC Milan kembali bermain lebih cepat agar dapat mengejar ketertinggalan. Pada menit ke 63, AC Milan nyaris menyamakan nasib setelah Patrick Cutrone berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Bayern Munich, Sven Ulreich. Sayang sekali bola masih melebar selebar lebarnya. Peluan AC Milan itu diawali kesalahan Niklas Suele di depan gawang Bayern Munich.

Niklas Suele sebenarnya hanya mencoba menghibur Sven Ulreich, namun ia lupa bahwa ia sedang berada di tengah pertandingan. Sehingga ia tak konsentrasi untuk mengamankan bola yang datang di kotak pinalti AC Milan, termasuk kotak infaknya. Pada menit ke 70, Bayern Munich nyaris saja mencetak gol keduanya. Kingsley Coman melayangkan bola kepada Thomas Muller. Muller kemudian melakukan sebuah tandukan keras. Sayang bola melayang di atas Bumi.

Hingga laga usai, skor 1-0 tetap tidak berubah, kecuali perasaan para pemain AC Milan. Sebagai mantan klub terbaik dunia, mereka bahagia sekali hanya kalah tipis 1-0 dari klub sebesar Bayern Munich. Dengan demikian, AC Milan optimis musim depan mampu mengimbangi Juventus dalam perebutan trofi Liga Italia Serie A.