Aku Adalah Seorang Pendosa Yang Berserah Diri Kepada Tuhan Atas Nama Cinta
howexplore - Aku Adalah Seorang Pendosa Yang Berserah Diri Kepada Tuhan Atas Nama Cinta | foto : lukasleonte.com
howexplore - Aku Adalah Seorang Pendosa Yang Berserah Diri Kepada Tuhan Atas Nama Cinta | foto : lukasleonte.com

HOWEXPLORE Cinta memiliki sihir yang kuat memikat, jika cinta tidak dapat mengembalikanmu kepadaku dalam kehidupan ini, pasti cinta akan mempersatukan dan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang. Aku adalah pria dengan jiwa bocah, yang manakala telah kucintai maka tak akan henti-hentinya aku mencintainya, dan apa yang kucintai kini, akan kucintai sampai akhir hayatku.

Aku sering merasa sendirian di dunia ini kekasih, dan kesendirian itu sekejam kematian. Kemarin diriku adalah sebuah daging dengan nyawa yang tak bersuara di dalam malam malam. Hari ini aku menjelma menjadi sebuah nyanyian gembira di bawah mentari dan rembulan. Sekali lagi aku tegaskan, aku ingin mencintaimu dengan profesional, seperti hujan yang membasahi tanah dan menjadikan tanaman subur, jatuh begitu saja tanpa basa-basi lalu hilang dihisap tanah.

Saat cintaku memanggilmu, ikutilah dia dengan hati nurani walau jalannya berliku terjal dan tajam. Jika sayapnya merangkulmu dan membuatmu terbang, pasrah dan menyerahlah, walau ada kuku tajam tersembunyi melukaimu. Jangan menangis kekasihku, Janganlah bersedih dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah, kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan pilunya kesendirian.

Kekasih, aku adalah seorang pendosa yang berserah diri kepada tuhan atas nama cinta, karena cinta membuatku merasa bebas serta penuh keyakinan. Pria lain mungkin akan memotong sayapmu yang diberikan tuhan untuk mengarungi cakrawalanya. Aku mencintaimu kekasih, dalam pikiranku pun tak kutemukan mengapa aku bisa dalam posisi tersebut, aku tidak mau mencarinya lagi karena bagiku sudah cukup bahwa aku mencintaimu dengan hati dan jiwaku, sudah cukup pula bahuku menjadi sandaran untuk kepalamu saat kau sedih, untuk sejenak kuusap rambut dan ku kecup dahimu ataupun saat kau sedang bahagia.