Arsenal Dan Tottenham, 2 Tim Bersaudara Yang Rela Berbagi Angka Selamanya
howexplore - Arsenal Dan Tottenham, 2 Tim Bersaudara Yang Rela Berbagi Angka Selamanya | standard.co.uk
howexplore - Arsenal Dan Tottenham, 2 Tim Bersaudara Yang Rela Berbagi Angka Selamanya | standard.co.uk

HOWEXPLORE – Dua tim kembar dari London Utara, Arsenal dan Tottenham Hotspur harus legowo berbagi point di Liga Inggris. Sudah selayaknya sebagai saudara harus saling bantu dan bersatu dalam mengarungi liga yang keras dan kejam.

Maka hasil seri dengan skor 2-2 yang berlangsung di kandang sang kakak, yaitu Emirates stadium cukup wajar. Setidaknya hasil ini tidak menjadikan salah satunya merasa lebih superior dan introspeksi bahwa kedua tim sejauh ini sama-sama lemah.

The Gunners memulai laga dengan penuh semangat. Namun sejatinya, mereka ingin membahagiakan sang saudara kembar. Maka, mereka segera menurunkan semangatnya dan memberi kesempatan sang saudara untuk ganti melakukan serangan.

Tottenham Hotspur Cetak 2 Gol Lebih Dulu Ke Gawang Arsenal

Tottenham Hotspur tak mensia-siakan kesempatan yang telah diberikan oleh sang kakak, Arsenal. Spurs ganti tampil garang dan melakukan serangan. Akhirnya pada menit 10, sang adik mencetak gol terlebih dahulu lewat pemain yang sempat digadang-gadang oleh bacotan mulut Ed Woodward akan berkostum Man Utd, namun gak jadi, yaitu Cristian Eriksen.

Berawal dari tendangan Erik Lamela ke arah gawang The Gunners yang berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang Bernd Leno. Eriksen kemudian menendang bola itu sekeras mungkin ke arah gawang yang gagal diantisipasi untuk kedua kalinya oleh Leno, yang merupakan putra dari aktivis asal Zimbabwe bernama Leno Warizzmen.

Ketinggalan 1 gol tidak membuat tuan rumah panik. Mereka tetap bermain bola dengan santai layaknya anak kecil yang bermain bola di depan rumahnya. Namun tottenham justru semakin menaikkan tensi permainan.

Mereka seakan lupa bahwa sang kakak mencoba menghibur adiknya. Tottenham makin jumawa dan berusaha memasukkan gol sebanyak mungkin ke gawang sang kakak yang pada suatu masa pernah menjadi tim paling menakutkan di daratan Britania Raya dan sekitarnya.

Arsenal “Memberikan” Gol Kedua Untuk Tottenham

Gempuran demi gempuran yang dilancarkan Tottenham akhirnya membuahkan hasil di menit ke 39. Namun buah dari hasil itu tak lepas dari sifat welas asih sang kakak, Arsenal yang tak tega melihat adiknya terus menyerang tapi tak mampu mencetak gol kedua.

Granit Xhaka melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Spurs yang berasal dari negara tetangga Kim Jong Un, Son Heung Min. Pelanggaran tersebut membuat wasit berlari kencang ke area kotak pinalti Arsenal dan langsung menunjuk titik putih.

Para suporter Spurs girang bukan main dengan keputusan wasit. Mereka membayangkan untuk pertama kali dalam sejarah mampu memenangi pertandingan melawan saudara tuanya di kandang The Gunners.

Kapten Harry Kane mampu mengeksekusi pinalti dengan sempurna. Skor 0-2 untuk sang adik bertahan hingga babak pertama selesai.

Arsenal Berhenti Mengalah

howexplore - Aubameyang Arsenal

howexplore – Aubameyang Arsenal | cdn.com

Ketinggalan 0-2 membuat Arsenal harus setidaknya mencetak 2 gol untuk menyamakan kedudukan. Maka sang saudara tua kini enggan untuk mengalah kepada adiknya. Namun sang adik lupa bahwa sang kakak sebenarnya mengalah untuk memberikan 2 gol Cuma-Cuma kepada saudara mudanya.

Pada awal babak kedua, Arsenal akhirnya mencetak gol melalui kaki Alexander Lacazette. Tendangan kaki Lacazette tak mampu dibendung oleh penjaga gawang kebanggaan Perancis di Piala Dunia tersebut.

Kebobolan 1 gol membuat Tottenham sadar bahwa mereka mampu mencetak gol karena saudara tuanya mengalah. Kini saatnya Spurs membalas kebaikan itu dengan memberi kesempatan sang saudara tua untuk mencetak 1 gol lagi supaya laga berakhir seri dan mereka bahagia sama-sama dapat 1 point.

Peduli amat sama persaingan gelar juara yang hanya dikejar oleh duo tim, Man City dan Liverpool. Yang penting duo bersaudara dari London Utara sama-saman dapat point dan bahagia. Kemudian posting di media sosial dengan caption “bahagia itu sederhana.”

Tottenham sebenarnya punya kesempatan untuk memperpanjang skor. Namun demi mewujudkan hasil imbang, akhirnya tendangan yang dilayangkan Harry Kane sengaja dibenturkan ke tiang gawang supaya tak menjadi gol sekaligus nge-prank suporter Arsenal.

Saatnya Kedua Tim Bersaudara Berbagi Angka

Dani Ceballos, pemain yang musim lalu akrab dengan kursi cadangan Real Madrid, nyaris menyamakan kedudukan untuk timnya. Tapi sayang peluang itu malah ia sia-siakan. Akhirnya sang suadara tua, Arsenal mampu menyarangkan bola ke gawang saudara muda lewat tendangan striker terbaik dunia, Pierre Emerick Aubameyang.

Berawal dari Matteo Guendozi yang mencoba melakukan penetrasi di sisi kiri pertahanan Tottenham, kemudian melakukan umpan kepada Pierre Emerick Aubameyang yang berdiri bebas di kotak pinalti Spurs.

Sang Penyerang Arsenal, Aubameyang berdiri bebas sebebas-bebasnya tanpa tekanan. Tanpa intimidasi. Bebas layaknya bangsa yang merdeka. Kebebasan tersebut tak luput dari peran para pemain bertahan Tottenham yang sengaja memberi ruang kebebasan kepada Emerick supaya lebih mudah untuk cetak gol dan hasil imbang 2-2 dapat terlaksana tanpa tekanan apapun.

Akhirnya, Aubameyang benar-benar memanfaatkan kebebasan yang diberikan para saudara mudanya dengan sangat baik. Ya benar, Aubameyang akhirnya mencetak gol penyama kedudukan. Suporter Arsenal bersorak sorai. Sementara suporter Spurs juga turut berbahagia.

Skor 2-2 akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Baik Arsenal maupun Tottenham wajib bersyukur dengan hasil seri ini karena mereka mendapatkan perasaan bahagia dalam berbagi. Kedua tim membuktikan diri sebagai saudara kembar yang oke. Tak seperti persaudaraan kedua tim asal Manchester yang sudah jauh panggang dari api. Dan enggan mengalah satu sama lain.

Susunan Pemain:

Arsenal: Bernd Leno, Ainsley Maitland Niles, Sokratis sok-sokan Papasthapoulos, David “eks Arsenal” Luiz, Sead Kolasinac, Lucas Torreira (Dani Ceballos 63), Granit Xhaka, Matteo Guendozi, Nicolas Pepe, Alexandre Lacazette (Henrikh Mkhitaryan 67), Pierre Emerick Aubameyang.

Pelatih: Unai Emery Football

Tottenham Hotspur: Hugo Lloris, Toby Aldeweireld, Davinson Sanchez, Jan Vertonghen, Danny Rose, Moussa Sissoko, Harry Winks, Erik Lamela (Delle Ali 63), Christian Eriksen, Son Heung Min (Giovanni Lo celso 79), Kapten Harry Kane.

Pelatih: Mauro Pochetino