Brasil, Tim Penghasil Pemain Bola Terbaik Dunia Yang Ditahan Imbang Negara Penghasil Telenovela
howexplore - Brasil, Tim Penghasil Pemain Bola Terbaik Dunia Yang Ditahan Imbang Negara Penghasil Telenovela | eyesoccer.id
howexplore - Brasil, Tim Penghasil Pemain Bola Terbaik Dunia Yang Ditahan Imbang Negara Penghasil Telenovela | eyesoccer.id

HOWEXPLORE – Tim nasional Brasil secara mengejutkan ditahan tim gurem Venezuela dengan skor 0-0. Hasil itu membuktikan bahwa Venezuela bukan hanya negara penghasil telenovela terbaik dunia, tapi juga negara yang nyaris membuat tim nasional terbaik dunia menjadi pecundang.

Pada laga kedua yang dijalani Brasil di Coppa Amerika  yang berlangsung di Stadion Arena Fonte Nova itu Brasil langsung mengurung pertahanan Venezuela sejak menit pertama. Di awal babak pertama, tim samba nyaris mencetak gol lewat tendangan keras yang dilepaskan oleh Thiago Silva. Tapi sayang, tendangan yang dilepaskan oleh pemain Paris saint Germain hanya melintas tipis di atas gawang Venezuela.

Pada menit ke 15, tim samba kembali menghasilkan sebuah peluang matang. David Neres yang berdiri di depan gawang lawan melepaskan tendangan keras, tapi bola hanya melintas di samping gawang. Neres pun mendekati wasit dan meminta gawang digeser sedikit ke samping supaya nanti bola yang ditendangnya mampu masuk ke gawang lawan. Namun wasit enggan mengabulkan permintaan Neres.

Wasit malah meminta Neres untuk berlatih bola lebih giat dan mengurangi pikiran yang neres agar bisa menjadi pemain bola yang andal. Di menit ke 25, Venezuela ganti memberi tekanan kepada Brasil. Sundulan yang dilakukan oleh Salomon Rondon nyaris memberi kiamat kepada lawan, tapi beruntung bola hanya terbang di atas gawang.

Salomon Rondon pun menyesal sundulannya gagal masuk ke gawang Brasil. Andaikan ia gagal membuat gol lagi, maka Salomon Rondon berniat pensiun dini dan berjualan ikan salmon di tanah abang. Menit ke 38, suporter Brasil bersorak sorai tatkala Firmino menceploskan bola ke gawang Venezuela. Namun sorak sorai itupun berhenti ketika wasit memberi tanda bahwa gol Firmino tidak sah karena terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap lawan sebelum membuat gol.

Wasit sempat melihat Firmino mendorong pemain Venezuela. Para pemain Brasil pun melakukan protes keras dan menyuruh wasit menonton insiden tersebut lewat VAR. Namun wasit enggan untuk menonton VAR. Wasit malah ingin menonton telenovela produk Venezuela.

Firmino pun menyesal gol nya tidak disahkan wasit. Ia pun berjanji tidak akan lagi mendorong pemain lawan, kecuali mendorong ke arah kebaikan, seperti mendorong mobil yang mogok atau mendorong teman untuk nikah muda agar terhindar dari zina, baik zina mata maupun zina hati, apalagi zina zina merpati. Pada babak kedua, Brasil kembali bermain menyerang. Untuk menambah daya gedor, Gabriel Jesus pun dimasukkan menggantikan Richarlison.

Pada menit 57 Gabriel Jesus pun mencetak gol untuk negaranya. Tapi lagi dan lagi wasit tidak mensahkan gol tersebut. Kali ini wasit Julio Bascunan yang berasal dari Chile itu menonton VAR lebih dulu sebelum memberi keputusan. Dan Julio Bascunan memberi keputusan bahwa gol Gabriel Jesus tidak sah karena Firmino yang memberikan umpan terlebih dulu dalam kondisi offside. Firmino kembali menyesali kelakuannya.

Firmino bahkan langsung teringat dua rekannya di Liverpool, Sadio Mane dan Mohammed Salah yang sedang liburan. Sementara Firmino malah disuruh kerja oleh pemerintah Brasil untuk maen bola. Brasil terus menekan pertahanan Venezuela di sisa laga. Venezuela pun menerapkan parkir bus demi menjaga keperawanan gawangnya dan mendapat minimal satu point di pertandingan itu.

Publik Brasil kembali bersorak sorai setelah timnya menghancurkan gawang Venezuela di menit 87 lewat pemain legendaris Liverpool dan Barcelona, Philipe Coutinho. Tapi lagi lagi sorak sorai itu kembali dihentikan Julio Bascunan. Setelah melihat VAR, Julio tidak mensahkan gol itu karena terdapat seorang pemain yang berdiri dalam kondisi offside. Siapakah pemain tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah Firmino. Apakah Firmino akan menyesal untuk yang ketiga kalinya?

Firmino boleh boleh saja menyesali dirinya untuk ketiga kalinya, namun para suporter Brasil bersyukur adanya Firmino di tim samba karena apabila yang dipanggil adalah Neymar, maka suporter tim samba yang akan menyesal mendukung timnya karena Neymar kebanyakan drama. Akhirnya Julio Bascunan pun meniup peluit panjang tanda laga usai. Hasil akhir 0-0 untuk kedua tim. Para pemain Brasil pun tertunduk lesu tanda kecewa dengan hasil pertandingan.

Julio Bascunan pun bersyukur dirinya mampu menjadi wasit di turnamen sebesar Coppa Amerika. Ia teringat masa masa ketika dirinya masih menjadi tukang bascunan di Chile dan bermimpi menjadi wasit di sebuah laga besar. Akhirnya kini ia memimpin laga besar yang dimainkan oleh salah satu tim besar dunia yang hasilnya tidak sebesar yang diharapkan oleh para suporter tim besar tersebut.

Susunan Pemain:

Brasil; Alisson Bakri, Dani Alves, Marquinhos pengusaha sirup Marquissa, Thiago Silva, Filipe Luis, Casemiro sepatu (Fernandinho 57), Richarlison (Gabriel Jesus 46), Philipe Coutinho sang legenda Liverpool dan Barcelona, David Neres yang otaknya tidak neres (Everton 72), Roberto Firminomartani.

Venezuela; Wuilker Farinez, Roberto Rosales anak pengusaha risoles, Yordan Osorio Febrian, Mikel Villanuva, Ronald Hernandez, Junior Moreno Suprapto, Darwin Machis tanpa teori (Figuera 76), Yangel Herrera bukan yang pemain MU (Soteldo 67), Tomas Rincon, Jhon Murilo, Salomon Rondon (Martinez 86).