Dampak Sentimen Spanyol, Arsenal Kalahkan Valencia Di Liga Eropa
howexplore - Dampak Sentimen Spanyol, Arsenal Kalahkan Valencia Di Liga Eropa | irishtimes.com
howexplore - Dampak Sentimen Spanyol, Arsenal Kalahkan Valencia Di Liga Eropa | irishtimes.com

HOWEXPLORE – Sebelum membaca artikel ini lebih jauh, kami sampaikan bahwa artikel ini bukan sekedar berita atau opini, namun sebuah parodi atas pertandingan leg pertama semi final Liga Eropa antara tim papan tengah Liga Inggris, Arsenal melawan raksasa Spanyol, Valencia. Seperti kita ketahui, Valencia juga pernah bermain di Liga Inggris atau Premier League bersama Manchester United. Selamat membaca, mohon jangan kesal.

Arsenal mengalahkan wakil Spanyol, Valencia dalam leg pertama semi final Liga Eropa yang dilangsungkan di Stadion Emirates. Sebelum pertandingan dimulai, para pemain Arsenal mengumandangkan sentimen Spanyol. Hal itu disebabkan adanya wakil Inggris lain yang bermain di Liga Champion Eropa telah dibantai dengan skor 3-0 oleh tim Spanyol, Barcelona. Fakta tersebut membuat Arsenal sebagai wakil Inggris tak mau ikut ikutan kalah oleh tim Spanyol.

“Kita jangan kayak tim yang pakai jersey merah itu. Ngakunya raja knock out, tapi nyatanya dibantai juga sama Barca,” ujar Pierre Emerick Aubameyang kepada rekan rekannya, sambil mencuci topeng Black Panther nya. “Iya tuh, katanya mau jadi king Eropa, tapi gawangnya kebobol 3 gol,” tambah Alexandre Lacazette. “Kita buktikan bahwa tidak semua tim Inggris dapat dibantai tim Spanyol, kalau bisa malah kita yang bantai,” tutur Aubameyang.

Valencia justru mendominasi pertandingan setelah kick off babak pertama dimulai. Rodrigo yang berada di kotak pinalti Arsenal, melihat rekannya Dani Parejo yang sedang menggiring bola di sisi kanan pertahanan tuan rumah. “Hey Paijo, umpan jo,” teriak Rodrigo. Dani Parejo pun kemudian memberikan umpan yang langsung ditendang ke arah gawang lawan oleh Rodrigo. Sayangnya bola justru mengenai rekannya sendiri, Ezequel Garay yang berdiri di depan gawang The Gunners.

Pelatih Arsenal, Unai Emery pun memuji Ezequel Garay yang telah menyelamatkan gawang Arsenal. Dani Parejo pun tampak kesal umpan matangnya tak membuahkan gol. Dani Parejo sempat menyesali keputusannya untuk keluar dari band Dewa 19 demi bergabung dengan Valencia. Kembali ke pertandingan, beberapa menit setelah kejadian tersebut, Dani Parejo akhirnya tertawa bahagia setelah umpan matangnya dieksekusi dengan baik menjadi gol oleh Mouctar Diakhaby.

Namun kebahagiaan Dani Parejo tak berlangsung lama setelah pemain Arsenal, Alexandre Lacazette melakukan tendangan keras yang tak mampu dibendung penjaga gawang Valencia. Skor 1-1 untuk kedua tim. Pada menit ke 28, Alexandre Lacazette mencetak gol keduanya setelah mendapat umpan manis banget dari Granit Xhaxa. Setelah gol tersebut, Lacazette mengatakan bahwa ia bersedia untuk Xhaxa adekan dengan Granit Xhaxa. Granit Xhaxa pun tersenyum dan mencium kening Lacazette.

Lima belas menit terakhir babak pertama, pertandingan hambar dan membosankan, kedua tim bermain seolah tak punya energi. Skor tetap 2-1. Setelah kick off babak kedua, Valencia berupaya untuk menyamakan skor. Pemain Valencia, Carlos Soler melakukan tendangan gledek ke arah gawang Arsenal, sayangnya bola tidak tepat sasaran alias melebar. “dasar peler, umpan dong,” teriak Mouctar Diakhaby kepada Carlos Soler. “Iya aby, nanti umi umpan,” balas Soler kepada Diakhaby.

Pada pertengahan babak kedua, Alexandre Lacazette hampir saja mencetak hattrick, tapi sayang peluang yang dihasilkannya mampu digagalkan oleh pemain Valencia, Jose Gaya. Tak terima peluangnya digagalkan oleh Jose Gaya, Lacazette pun berusaha memaki Jose Gaya. “Kebanyakan Gaya lu, tapi kagak juara juara,” ucap Lacazette. “Biarin, kan nama gue emang Jose Gaya, bukan Jose Lacazette,” balas Jose Gaya.

Arsenal akhirnya mampu mencetak gol ketiganya setelah umpan Sead Kolasinac mampu dikonversi menjadi gol oleh penyerang asal Gabon, Pierre Emerick Aubameyang. Gol tersebut ia dedikasikan untuk keluarganya di Gabon yang hidup sukses berjualan abon eceran. Arsenal akhirnya bisa membalaskan dendam tim Inggris lain berjersey merah yang sehari sebelumnya dikuliti Barcelona. Setidaknya ada tim Spanyol yang dapat dikalahkan tim asal Inggris.