Derby Italia Penuh Emosional Antara Juventus Melawan Inter Milan Tersaji Di International Champions Cup 2019
howexplore - Derby Italia Penuh Emosional Antara Juventus Melawan Inter Milan Tersaji Di International Champions Cup 2019 | deccanherald.com
howexplore - Derby Italia Penuh Emosional Antara Juventus Melawan Inter Milan Tersaji Di International Champions Cup 2019 | deccanherald.com

HOWEXPLORE – Derby Italia tersaji dalam turnamen pra musim, International Champions Cup 2019 yang mempertemukan antara Juventus melawan Inter Milan. Meskipun hanya sekedar laga pra musim, pertandingan ini cukup emosional bagi kedua tim. Hal itu disebabkan keputusan Antonio Conte untuk melatih Inter Milan.

Seperti kita ketahui, Antonio Conte merupakan pemain dan pelatih legendaris Juventus. Antonio Conte adalah mantan kapten Bianconeri di akhir karirnya. Ia memperkuat Juventus selama 13 tahun dari 1991 hingga  2004. Pada musim 2011, Conte kembali ke Turin sebagai pelatih. Kala itu Juventus baru beberapa musim promosi ke Serie A setelah hukuman degradasi ke Serie B karena skandal calciopoli.

Conte kembali membangun Bianconeri yang carut marut pasca promosi ke Serie A saat itu. Conte pun membawa Juventus meraih kembali Serie A dan mendominasi liga selama 3 musim kepelatihannya, sekaligus mengakhiri dominasi Inter Milan dan AC Milan yang sempat berjaya ketika Bianconeri tengah mengalami krisis.

Conte telah menancapkan tonggak yang sampai hari ini masih dapat dirasakan oleh Si Nyonya Tua. Hingga musim 2018/2019 belum ada satu tim pun yang mampu mengimbangi kekuatan Juventus di daratan Italia. Publik Bianconeri pun sangat mencintai dan menyanyangi Conte, meskipun ia tak lagi melatih Juventus.

Namun semua berubah ketika publik sepakbola Italia dikejutkan oleh Inter Milan yang memperkenalkan Conte sebagai pelatih anyar mereka menggantikan Luciano Spaletti yang ditendang keluar dari Guiseppe Meazza karena tak mampu mengangkat prestasi tim biru hitam.

Para suporter Juventus secara terang-terangan menyulut kebencian terhadap Conte. Di media sosial mereka tak habis-habisnya menghujat dan menghina Conte dengan kejam. Conte pun mendapat julukan “penghianat” atas keputusan yang ia ambil. Sementara itu, publik Inter Milan menerima Conte dengan bahagia dan mengelu- elukannya.

Para suporter Inter Milan memiliki ekspektasi tinggi atas timnya ditangan Don Conte. Tentunya mereka ingin Inter Milan kembali berjaya bersama Conte seperti ketika dilatih Jose Mourinho atau Roberto Mancini. Meski hujatan datang bertubi-tubi dari suporter Bianconeri kepada Conte, tak sedikit pengamat sepakbola Italia yang memberikan dukungan kepada Conte dengan keputusannya bergabung ke Inter Milan.

Rata-rata para pengamat sepakbola Italia mengatakan bahwa keputusan Conte sangat tepat karena akan menciptakan kondisi yang sehat untuk persepakbolaan Italia yang selama ini hanya didominasi sepihak oleh Juventus. Legenda Juventus, Gianluigi Buffon membela Conte habis-habisan. Buffon mengatakan bahwa Conte tak pernah berkhianat kepada Si Nyonya Tua dan selamanya menjadi pahlawan di Turin.

“Tak perlu disanksikan lagi bahwa Conte adalah pahlawan dan legenda untuk klub ini,” Ujar Buffon kepada awak media.

“Conte bukan tipe pengkhianat. Hatinya selalu tercurah untuk tim ini (Juventus) meskipun ia menangani tim lain,” tambah Buffon dengan tegas.

Kembali ke International Champions Cup, kedua tim mendapat sambutan yang luar biasa dari suporter mereka di Nanjing Olympic Sports Center, Tiongkok. Inter Milan unggul cepat di babak pertama setelah pemain baru Juventus, Matthijs de Light melakukan gol bunuh diri. Gol itu merupakan gol perdananya untuk tim barunya.

Juventus berupaya mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan serangan. Beberapa kali para pemain Bianconeri melakukan manuver berbahaya ke area pertahanan Inter Milan, namun belum membuahkan hasil. Hingga babak pertama berakhir, skor tidak berubah.

Pada babak kedua, Bianconeri terus melakukan upaya serangan, hasilnya pada menit ke 68 gol penyeimbang pun tercipta lewat tendangan bebas dari Cristiano Ronaldo. Pertandingan berjalan dengan keras. Pemain Inter Milan beberapa kali melakukan tekel keras kepada Cristiano Ronaldo hingga membuat Ronaldo begitu emosional.

Hingga pertandingan usai, skor 1-1 tidak berubah. Maka laga pun harus dilanjutkan ke babak adu pinalti untuk menentukan pemenangnya. 4 pemain Juventus berhasil menceploskan bola ke gawang Inter Milan. Mereka adalah Joao Cancelo, Cristiano Ronaldo, Emre Can, dan Merih Demiral. Sedangkan Adrien Rabiot dan Federico Bernardeschi gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Sementara itu, Inter Milan hanya mampu menyarangkan 3 gol dari 6 kesempatan. 3 gol itu dicetak oleh George Puscas, Joao Mario, dan Nicolo Barella. Sementara 3 penendang lainnya, Andrea Ranochhia, Samuelle Longo, dan Borja Velero gagal mencetak gol setelah tendangannya ditepis dengan gemilang oleh Gianluigi Buffon.