Deretan Penjaga Gawang Pengganti De Gea Di Man Utd
howexplore - Deretan Penjaga Gawang Pengganti De Gea Di Man Utd | independent.co.uk
howexplore - Deretan Penjaga Gawang Pengganti De Gea Di Man Utd | independent.co.uk

HOWEXPLORE – Man Utd sangat beruntung memiliki seorang David de Gea. David de Gea merupakan salah satu penjaga gawang terbaik dunia. Sejak didatangkan pada musim panas 2012, David de Gea selalu bermain konsisten hingga musim ini. Blunder yang ia lakukan tatkala Man Utd tersingkir dari Barcelona di laga leg kedua babak perempat final Liga Champion Eropa lalu tak mengurangi reputasi De Gea sebagai penjaga gawang tangguh yang dimiliki red devils.

Hal lain yang membuat Man Utd beruntung adalah fakta bahwa David de Gea sangat loyal kepada klub peraih trofi terbanyak Liga Inggris tersebut. Selama 7 musim membela United, De Gea selalu dikabarkan hengkang ke klub lain, tapi sampai musim 2018/2019 De Gea masih berseragam Man Utd. De Gea masih bersedia bertahan di Old Trafford meskipun red devils berada di periode kelam. Hal itulah yang membuatnya menjadi legenda dan dicintai para pendukung Man Utd.

Dapat dikatakan bahwa David de Gea adalah satu satunya warisan peninggalan Sir Alex Ferguson yang masih terasa dampaknya hingga musim 2018/2019. Musim panas ini De Gea dikabarkan ingin hengkang dari Man Utd. Hal itu disebabkan konfliknya dengan Paul Pogba pasca laga derby melawan Man City di Premier league lalu. De Gea pun memberikan ultimatum kepada Man Utd untuk hengkang dari Old Trafford apabila Paul Pogba tetap berada di klub tersebut.

De Gea seringkali melakukan penyelamatan penyelamatan mustahil yang mengesankan. De Gea juga juga merupakan salah satu figur pemimpin bagi rekan rekannya. De Gea mengemban ban kapten ketika Antonio Valencia dan Ashley Young tidak diturunkan. De Gea juga lihai memberi tekanan kepada para bomber lawan sehingga para bomber tersebut tak pede ketika berhadapan dengan De Gea.

Real Madrid, Juventus, Paris saint Germain, dan Man City dikabarkan berebut untuk menggunakan jasa penjaga gawang tim nasional Spanyol itu. Man Utd pun mempersiapkan diri mencari pengganti De Gea apabila pria Spanyol itu hijrah dari Old Trafford. Siapa sajakah para penjaga gawang yang diincar Man Utd untuk menggantikan posisi David de Gea?

  1. Kasper Schmeichel

Kasper Schmeichel merupakan putra dari penjaga gawang legendaris Man Utd Peter Schmeichel. Namun bukan itu yang membuat Man Utd tertarik kepadanya. Kasper Schmeichel bermain gemilang bersama Leicester City sejak klub tersebut promosi ke Premier League musim 2013/2014. Kasper Schmeichel juga organ paling vital yang mengantarkan Leicester City menggapai dongeng menjuarai Premier League 2015/2016.

Saat ini Kasper masih tercatat sebagai penjaga gawang tim nasional Denmark. Pada Piala Dunia 2018 lalu, Kasper Schmeichel menjadi salah satu penjaga gawang yang tampil bagus. Pada laga perdelapan final melawan Kroasia, Kasper tampil mengesankan dengan menepis 3 tendangan pinalti dalam laga tersebut. Meskipun akhirnya Denmark tersingkir oleh Kroasia lewat adu tendangan pinalti, aksi Kasper di laga itu banyak menuai pujian.

Kasper Schmeichel akan berusia 33 tahun pada November nanti. Tapi itu tidak menyurutkan Man Utd untuk mengincar jasanya. Sebagai catatan, Man Utd merekrut penjaga gawang Edwin Van der Sar ketika usianya 35 tahun. Van der Sar kemudian menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah Man Utd.

Seperti hal nya David de Gea, Kasper Schmeichel juga mampu memberikan intimidasi kepada para penyerang lawan sehingga para penyerang tersebut langsung down mentalnya tatkala berhadap hadapan dengan Kasper. Salah satu contohnya saat Denmark berhadapan dengan Kroasia di Piala Dunia lalu. Pemain sekaliber Luca Modric pun tiba tiba merasa tak pede mengambil tendangan pinalti. Akibatnya, Kasper dengan mudah menaklukan tendangan Luca Modric. Hal yang sangat memorabel di Piala Dunia lalu.

Nilai plus lain Kasper Schmeichel adalah ia mampu memotivasi rekan rekannya ketika tim nya sedang tertinggal. Kasper juga tak segan segan meneriaki rekannya jika melakukan kesalahan di area pertahanan. Tak pelak apabila banyak yang menyamakan kharisma dan jiwa kepemimpinan Kasper Schmeichel diwarisi dari ayahnya, Peter Schmeichel. Kasper juga sering meledak ledak apabila rekan rekannya tidak fokus saat pertandingan.

2. Thibaut Courtois 

Thibaut Courtois merupakan penjaga gawang terbaik Piala Dunia 2018. Saat ini Courtois berseragam Real Madrid. Sebelum membela tim raksasa Spanyol itu, Courtois memperkuat tim Inggris lain, Chelsea. Maka, nilai plus dari Courtois adalah pengalamannya mengarungi Premier League yang selalu ketat di setiap musimnya. Seperti hal nya De Gea, Courtois rajin melakukan penyelamatan penyelamatan mustahil untuk tim nya.

Tidak seperti  di Chelsea, musim ini Thibaut Courtois lebih sering menghangatkan bangku cadangan Real Madrid daripada berdiri di bawah mistar gawang. Di Madrid, Courtois kalah bersaing dengan Keylor Navas. Suatu kali Zidane bahkan lebih memilih memasang Luca Zidane untuk menggantikan Keylor Navas yang sedang didera cidera daripada memilih Courtois. Saat itu Zidane beralasan Courtois sedang tidak fit untuk diturunkan.

Penampilan Thibaut Courtois di Piala Dunia lalu menjadi buah bibir di kalangan komentator sepakbola. Courtois memiliki akurasi penyelamatan yang bagus. Mencuatnya tim nasional Belgia sebagai kuda hitam tak lepas dari penampilan gemilang yang ditujukan oleh Courtois. Courtois selalu tampil tenang ketika tim nya dalam kondisi tertekan. Ia tidak pernah panik di saat gawangnya dalam kondisi terancam.

  1. Hugo Lloris

Hugo Lloris merupakan penjaga gawang andalan tim nasional Perancis. Lloris adalah sosok vital yang ikut mengantarkan Perancis menjadi juara Piala Dunia 2018 dan runner up Piala Eropa 2016. Sosoknya yang kalem dan tenang ketika tim nya tertekan menjadi salah satu ciri khas nya. Lloris juga sosok vital yang menjadikan Tottenham Hotspur sebagai tim yang disegani, baik di Premier League maupun Liga Champion Eropa.

Musim ini Hugo Lloris juga punya andil besar dalam mengantarkan Tottenham Hotspur mencapai partai final Liga Champion Eropa. Ia merupakan simbol kebangkitan Totenham di Premier League selain Harry Kane. Salah satu penjaga gawang dengan tingkat akurasi penyelamatan yang tinggi. Salah satu kelemahannya adalah terlalu “bermain main” ketika tim nya sudah unggul.

Salah satu contohnya adalah di Piala Dunia 2018 lalu ketika tim nasional Perancis berhadapan dengan Kroasia di partai final. Saat itu Perancis telah unggul 4-1 atas Kroasia. Lloris kemudian mencoba mengecoh penyerang Kroasia, Mandzukic. Tak disangka, kecohannya dapat dibaca dengan mudah oleh Mandzukic dan gol pun tercipta. Untung saat itu Perancis sudah unggul jauh dan laga berada di penghujung waktu, jadi publik pun melupakan hal bodoh yang telah dilakukan oleh Lloris.

  1. Kepa Arrizabalaga

Kepa Arrizabalaga merupakan penjaga gawang kedua di tim nasional Spanyol. Saat ini ia memperkuat rival Man Utd, Chelsea. Kepa adalah penjaga gawang berusia muda yang digadang gadang akan menjadi yang terbaik di dunia. Hal itu tak lepas dari performanya yang konsisten selama membela Chelsea. Kepa juga spesialis dalam menaklukan tendangan pinalti lawan. Tak hanya itu, ia pun ahli dalam memberikan tekanan psikologi kepada lawan sebelum melakukan tendangan pinalti.

Hal itu seringkali berhasil membuat lawan gagal dalam memasukkan bola ke gawang. Musim ini di pertandingan leg kedua babak semi final Liga Eropa melawan wakil Jerman Eintracht Frankfurt, Kepa Arrizabalaga sukses menggagalkan dua spesialis pinalti dari lawannya. Akurasi pembacaan arah tendangan milik lawan sangat tinggi. Itu tak lepas dari “hobinya” menonton laga lawan yang bakal dihadapi oleh tim nya.

Dengan menonton pertandingan calon lawannya, Kepa berhasil mengetahui kelebihan dan kelemahan para pemain vital dari sang lawan. Pada laga final Carabao Cup antara Chelsea berhadapan dengan Man City, Kepa nyaris menggagalkan tendangan pinalti Sergio Aguero. Tapi sayang, bola tetap masuk perlahan ke gawang Chelsea. Aguero pun bahkan terkejut saat mengetahui bola nya masuk ke gawang.

Saat itu Aguero melakukan tendangan pinalti ke arah pojok kiri gawang Chelsea. Sebuah tendangan yang sulit untuk ditepis oleh penjaga gawang manapun. Namun Keppa sempat menangkapnya dengan jitu, tapi bola meleset perlahan dan menjadi gol. Kemampuan lain yang dimiliki Keppa adalah acting dalam mengulur waktu.

Pada pertandingan final Carabao Cup melawan Man City, Kepa pura pura cidera di penghujung laga. Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri sempat terkecoh dengan aksi Kepa dan langsung menunjuk penjaga gawang kedua Chelsea untuk menggantikan Kepa. Namun Kepa enggan untuk diganti, padahal asisten wasit telah melakukan pergantian pemain. Kepa tetap bersikeras enggan keluar lapangan. Insiden ini sempat memakan waktu yang cukup banyak. Para pemain Man City bahkan Cuma bisa menonton adegan tersebut.

Maurizio Sarri dan asisten pelatih Chelsea, Gianfranco Zola sempat emosional dan berteriak menyuruh Kepa keluar lapangan. Tapi Kepa tetap tak mau. Wasit pun Cuma bisa menonton dan geleng geleng kepala dengan aksi Keppa. Setelah laga usai, Kepa baru mengaku kepada Sarri bahwa apa yang dilakukannya hanya acting untuk mengulur ngulur waktu saja. Tapi apa daya, kala itu Chelsea tetap kalah meski Kepa melakukan segudang aksi.

Tapi sepertinya Man Utd akan gigit jari untuk mendapatkan Kepa Arrizabalaga. Sebab, Chelsea enggan untuk melepas bintangnya tersebut. Kepa Arrizabalaga masih menjadi sosok vital di bawah mistar gawang Chelsea, dan tidak berniat menggantinya dalam waktu dekat. Kepa sendiri mengungkapkan bahwa dirinya masih betah di London dan tidak berniat pergi di musim panas tahun ini. Kepa masih memiliki ambisi untuk merengkuh banyak trofi untuk The Blues.