Emma Hayes Berpotensi Menjadi Pelatih Perempuan Pertama Di Chelsea Musim Depan
howexplore - Emma Hayes Berpotensi Menjadi Pelatih Perempuan Pertama Di Chelsea Musim Depan | independent.co.uk
howexplore - Emma Hayes Berpotensi Menjadi Pelatih Perempuan Pertama Di Chelsea Musim Depan | independent.co.uk

Howexplore – Di bawah kepelatihan Maurizio Sarri musim ini, Chelsea bermain angin anginan. Sebagai bagian dari anggota The Big Six, penampilan Chelsea di Liga Inggris musim ini sungguh mengecewakan. Di awal musim mereka tampil meyakinkan dengan meraih kemenangan demi kemenangan seolah trofi Premier League yang mereka raih dua musim lalu bakal mampir lagi ke London Barat. Tapi menjelang pertengahan musim, performa mereka mulai berantakan tak karuan.

The Blues mulai sering ditahan imbang oleh lawannya. Kekalahan bahkan mulai akrab dengan mereka. Maurizio Sarri seakan hanya memberi harapan palsu kepada suporter the blues. Di Piala FA pun Chelsea tersingkir lebih awal oleh rivalnya, Manchester United yang kala itu mulai bangkit di bawah penanganan pelatih caretaker Ole Gunnar Solskjaer.

Meskipun harus menjadi pecundang di Piala FA, namun tidak demikian di Carabao Cup, sebuah kompetisi kelas tiga di bawah Premier League dan Piala FA. Chelsea mampu menampilkan performa yang mengesankan di Carabao Cup. Pada laga semi final, The Blues mengalahkan kandidat juara, Tottenham Hotspur lewat sebuah kemenangan kontroversial. Sayangnya mereka secara tragis kalah lewat drama adu pinalti melawan Man City yang bermain ajaib di musim ini di semua kompetisi domestik.

Pada kompetisi Liga Eropa, Chelsea juga tanpa halangan berarti mencapai partai final dan akan menghadapi sesama tim asal Inggris (juga sama sama berasal dari London) Arsenal. Chelsea otomatis masih punya kans untuk mendapatkan satu trofi di musim ini dengan menjuarai Liga Eropa di Stadion Wanda Metropolitano 30 Mei nanti. Trofi tersebut dapat menjadi pelipur lara kegagalan total mereka di Premier League dan Piala FA.

Namun apapun yang terjadi di final Liga Eropa nanti, sepertinya Maurizio Sarri tidak akan dipertahankan untuk menangani The Blues musim depan. Roman Abramovich dikabarkan kecewa dengan kinerja Maurizio Sarri musim ini di Stamford Bridge. Manajemen Chelsea dikabarkan telah mendapatkan daftar nama nama pelatih yang akan mereka rekrut. Yang mengejutkan ada nama pelatih Perempuan dalam daftar nama tersebut.

Nama pelatih perempuan yang terdapat dalam daftar tersebut adalah Emma Heyes. Emma Hayes merupakan nama yang asing bagi para pecinta sepakbola pria. Tapi buat anda anda yang mengikuti sepakbola perempuan, nama Emma Hayes adalah nama yang populer di musim ini. Hayes adalah pelatih tim sepakbola wanita Chelsea.

Emma Heyes memiliki sejumlah catatan positif di musim ini. Ibu berusia 42 tahun ini sukses mengantarkan The Blues nangkring di peringkat tiga kompetisi sepakbola wanita Liga Inggris. Hayes juga membuat Chelsea menjadi tim sepakbola wanita yang disegani dengan membawa anak asuhnya mancapai semi final kompetisi wanita Liga Champion Eropa.

Sederet prestasi yang ditorehkan Emma Hayes tak membuat ragu manajemen Chelsea memasukkan namanya di daftar penerus Maurizio Sarri, bersaing dengan kandidat lain yang mempunyai nama besar seperti Diego Simeone, Massimiliano Allegri, Gianfranco Zola, Mauro Pochettino, Ernesto Valverde, Jose Mourinho, dan Claudio Ranieri.

Emma Heyes sendiri pada Januari lalu pernah melontarkan ketertarikannya untuk menangani tim sepakbola pria. Ucapan Hayes tersebut mendapat perhatian dari media massa. Apabila Hayes ditunjuk sebagai pelatih Chelsea musim depan, maka ia akan menjadi pelatih sepakbola pria pertama dalam sejarah Liga Inggris. Dan jika ia mampu bertahan lebih jauh di Chelsea, Hayes berpotensi menjadi pelatih wanita pertama dalam sejarah Liga Champion Eropa.

“Apakah itu aku atau orang lain, manjedi pelatih tim sepakbola pria akan terjadi pada suatu saat nanti. Apabila itu klub yang tepat, maka akan berpotensi lebih mudah,” ucap Emma Hayes dikutip dari GiveMeSport.

“Jika kamu ingin terjun ke dunia sepakbola pria, kamu harus menguasai tentang kepanduan dan perekrutan, itu jelas tidak akan susah,” tambah Hayes.

Meskipun kerajaan Inggris saat ini selalu mengklaim telah meninggalkan budaya patriarkhi karena memiliki seorang ratu wanita, namun di ranah ranah tertentu sepertinya cukup sulit bagi warga masyarakat Inggris menerima hal tersebut, salah satunya di ranah sepakbola. Hal itu terbukti dari respon fans Chelsea setelah kabar Emma Hayes ada dalam daftar suksesor Sarri.

Di media sosial twitter, banyak fans The Blues yang menuliskan kecamannya atas kabar nama Hayes sebagai pengganti Sarri. Para suporter Chelsea dinilai tak siap tim kesayangannya dilatih oleh seorang Perempuan. Sebagian bahkan khawatir Emma Hayes akan diperlakukan buruk oleh fans garis keras pria.

“Mayoritas suporter laki laki Chelsea akan bersikap buruk kepadanya. Jika satu laga saja kalah, maka gelombang hujatan akan datang,” tulis @SundaySupp.

“Hayes memang pelatih hebat untuk tim perempuan. Tetapi dengan segala rasa hormat, tak mudah untuk melatih tim pria. Premier Leagua dengan kompetisi perempuan memiliki kualitas yang berbeda. Hayes membutuhkan banyak pengalaman menangani tim pria sebelum menangani tim pria Chelsea,” kata @pascallhe99.