Gundala Tembus 1 Juta Penonton Di Pekan Pertama, Dunia Perfilman Indonesia Punya Genre Baru
howexplore - Gundala Tembus 1 Juta Penonton Di Pekan Pertama, Dunia Perfilman Indonesia Punya Genre Baru | cultura.id
howexplore - Gundala Tembus 1 Juta Penonton Di Pekan Pertama, Dunia Perfilman Indonesia Punya Genre Baru | cultura.id

HOWEXPLOREGundala, menyatakan telah ditonton sedikitnya 1 juta penonton hingga Rabu 4/9/19 atau satu pekan penayangan film tersebut. Hal itu dinyatakan oleh rumah produksi yang menaungi film itu.

Selain rumah produksi, sang sutradara, Joko Anwar lewat media sosial Instagram juga mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah ditonton 1 juta orang.

“Alhamdulillah penonton film Indonesia bisa menerima film dgn genre baru. Semoga ini berarti sineas Indonesia sekarang punya kesempatan bikin film dgn tema & genre baru, tidak terpaku dgn tema yang sudah sering dibuat,” kata Joko Anwar.

“Perfilman Indonesia menarik sekali ke depannya! Terima kasih, teman-teman! Salam dari semua cast dan crew,” tambah Joko Anwar.

Dengan jumlah 1 juta penonton yang memasuki bioskop, berarti film tersebut diperkirakan memiliki pendapatan sebesar Rp15 juta. Hal itu karena pihak studio mendapatkan Rp15 ribu per lembar tiket bioskop yang terjual.

Jika jumlah penonton ini konsisten atau terus bertambah, maka bisa jadi Gundala akan ditonton lebih dari 4 juta orang di pekan ke-4.

Gundala, Superhero Era Patriot Pertama Bumi Langit 

howexplore - Gundala | wp.com

howexplore – Gundala | wp.com

Gundala merupakan film superhero pertama era patriot yang diproduksi oleh Bumi Langit. Setelah sang putra petir, Bumi langit akan melanjutkan projectnya dengan memproduksi Si Buta Dari Gua Hantu (era jawara), Mandala (era jawara), Sri Asih, Aquanus, dan Godam.

Sri Asih, Aquanus, dan Godam adalah superhero yang juga berada di era patriot yang juga satu semesta dengan Gundala. Formula film superhero yang berada di semesta yang sama juga telah dipakai oleh film-film superhero produksi Hollywood, seperti Marvel Cinematic Universe dan DC Cinematic Universe.

Selain itu, formula tersebut juga dipakai oleh film-film superhero tokusatsu produksi Jepang. Kesuksesan Gundala adalah kabar gembira untuk perfilman Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya, kini telah ada genre baru yang dinikmati oleh jutaan penonton yang ada di Indonesia.

Semoga nantinya ada rumah produksi lain yang menciptakan semesta superhero baru, sehingga ada pesaing untuk Bumi Langit layaknya Marvel Cinematic Universe dan DC Cinematic Universe. Persaingan tersebut tentu saja akan menyehatkan dunia perfilman di Indonesia untuk bersaing secara positif.