Hanya Gelar Uji Coba Lawan Yordania Dan Vanuatu, Kapan Timnas Indonesia Bisa Tangguh?
howexplore - Hanya Gelar Uji Coba Lawan Yordania Dan Vanuatu, Kapan Timnas Indonesia Bisa Tangguh? | beritagar.id
howexplore - Hanya Gelar Uji Coba Lawan Yordania Dan Vanuatu, Kapan Timnas Indonesia Bisa Tangguh? | beritagar.id

HOWEXPLORE – Tim Nasional Indonesia bakal menggelar pertandingan persahabatan di Bulan Juni mendatang. Tidak tanggung tanggung, Indonesia akan menggelar dua kali laga persahabatan. Sayangnya dua lawan tim nasional Indonesia nanti adalah dua tim medioker, yaitu Yordania dan Vanuatu.

Menurut HOWEXPLORE, salah satu hal yang dapat membuat tim nasional kita kuat adalah bertanding dengan lawan yang kuat, sehingga dengan begitu tim nasional kita terbiasa menghadapai tim yang tangguh, maka pada suatu saat nanti bakal menjadi tim yang tangguh dan kuat. Tim nasional Indonesia terbiasa beruji coba melawan tim tim yang cukup lemah, sehingga itu sama sekali tidak menguatkan mental para pemain kita.

Seharusnya tim nasional Indonesia perlu menggelar laga uji coba melawan tim tim kuat seperti Iran, Irak, Arab Saudi, Qatar, Brasil, Argentina, atau opa opa dari Korea Utara dan Korea Selatan. Kita perlu mencontoh Qatar. Dulu Qatar merupakan sebuah negara dengan tim nasional yang lemah. Saking lemahnya, Indonesia pernah mengalahkan Qatar dengan sekor 2-1 di kejuaraan Piala Asia 2004.

Namun kini Qatar telah menjelma menjadi salah satu kekuatan besar di Asia. Terbukti di edisi terakhir Piala Asia, mereka mampu menjadi juara. Tidak tanggung tanggung, Qatar mengalahkan tim tim kuat seperti Jepang, Arab Saudi, duo Korea, baik yang utara maupun selatan, tuan rumah Uni Emirat Arab, dan Irak.

Ketika melawan Korea Utara, Qatar secara mengejutkan menggelontorkan 6 gol tanpa balas. Hasil itu merupakan salah satu bukti bahwa mereka tak takut dengan Korea Utara dan tak takut dengan nuklir Kim Jong Un. Begitupun tatkala menghadapi Korea Selatan, Qatar tampil brilian dan tak takut dengan nama besar K-Pop.

Pada partai final, Qatar menghadapi Jepang, sebuah negara pemilik tim nasional sepakbola yang membuat bulu kuduk pemain pemain sepakbola di Asia merinding ketakutan dengan kapten Subasa dan Kojiro Hyoga nya. Namun Qatar menghadapi Jepang dengan penuh keyakinan untuk menang. Para samurai Jepang seakan akan dibuat tumpul oleh Qatar. Akhirnya mereka mengakhiri perlawanan Jepang dengan skor 3-1.

Prestasi yang dihasilkan Qatar tersebut tak lepas dari lawan bertanding Qatar ketika menggelar laga uji coba. Kami rasa Qatar tak akan pernah menjuarai Piala Asia andaikan lawan uji coba nya hanya negara negara seperti Malaysia, Myanmar, Kepulaun Fiji, Kepulauan Kiribati, dan Kepulauan Mauritania.

Qatar selalu menggelar uji coba melawan tim tim yang kuat. Terkadang bahkan melawan tim tangguh dari Eropa. Sehingga dengan melawan tim yang tangguh, Qatar pun tertular untuk bermain tangguh pula.

Indonesia selayaknya mencontoh Qatar dalam mengembangkan kekuatan sepakbolanya, salah satunya dengan mengadakan laga tanding dengan tim kuat. Ya misal sulit untuk janjian main dengan tim tim Eropa atau Amerika Latin, minimal dengan tim tim kuat Asia atau Afrika seperti Kamerun, Ghana, Togo, Mesir, Senegal, atau Maroko. Kan asik ketika melihat Hansamu Yama menjegal Mohammed Salah atau Ahmad Jufrianto mentekel Sadio Mane.

Sementara itu lawan tim nasional kita nanti adalah Yordania dan Vanuatu. Yordania bisa dikatakan lawan yang tidak terlalu tangguh. Negara Kerajaan yang dipimpin Sultan Abdullah II sang sahabat Capres Prabowo Subianto ini memang tak punya prestasi mentereng di kawasan Asia Barat. Pada tahun 2018 lalu tim nasional Indonesia usia 19 mengalahkan Yordania usia 19 dengan skor 3-2. Secara permainan Yordania juga bukan tipe tim yang menyulitkan.

Sementara itu pemilihan Vanuatu sebagai lawan tanding kita juga perlu dipertanyakan. Jangankan di sepakbola, di cabang olahraga manapun nama Vanuatu terasa asing. Kalau alasannya adalah untuk membangkitkan kepercayaan diri, maka pemilihan Vanuatu sebagai lawan tanding tentu saja mengecewakan. Kalau terbiasa melawan tim gurem, maka tim nasional kita bakal kaget di saat melawan tim yang kuat.

Semoga di masa mendatang Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia mampu menghadirkan lawan yang tangguh dan kuat untuk tim nasional kita agar berevolusi menjadi tim yang kuat dan tangguh dengan mental baja dan penuh optimisme seperti Qatar.