Indonesia Perlu Berkaca Dari Kerusuhan Pasca Pemilu Di Venezuela Hari Ini
howexplore - Indonesia Perlu Berkaca Dari Kerusuhan Pasca Pemilu Di Venezuela Hari Ini | akamaized.net
howexplore - Indonesia Perlu Berkaca Dari Kerusuhan Pasca Pemilu Di Venezuela Hari Ini | akamaized.net

HOWEXPLORE – Venezuela, negara yang berdiri tegak di Amerika Selatan itu kini sedang dirundung konflik dalam negeri. Konflik itu berawal dari kekalahan Juan Guaido atas petahana Nicolas Maduro di pemilihan umum Presiden yang digelar tahun lalu. Juan Guaido lantas mengerahkan pendukungnya untuk memprotes hasil pemilu yang dinilainya curang. Guaido mengatakan bahwa Maduro memenangkan pemilu dengan cara yang kotor.

Massa pendukung Guaido pun merespon seruannya dengan turun ke jalan jalan dan melakukan demonstrasi besar besaran untuk memprotes kecurangan Maduro seperti yang dituduhkan oleh lawannya. Masalah kian memanas ketika Amerika Serikat lewat presiden Donald Trump turut bersuara untuk mendukung segala upaya Juan Guaido demi menegakkan demokrasi. Juan Guaido diakui sebagai Presiden sementara Venezuela oleh 50 negara, termasuk sebagian besar negara tetangganya di Amerika Selatan.

Rusia, Tiongkok, dan Turki tak tinggal diam. Ketiga negara tersebut menyatakan diri berdiri di samping Nicolas Maduro sebagai pemimpin yang sah. Sementara itu Nicolas Maduro mengatakan bahwa pernyataan Amerika Serikat untuk menegakkan demokrasi adalah omong kosong. Upaya Amerika Serikat mendukung Juan Guaido merupakan hal yang tidak demokratis dan hanya mengamankan kepentingan Amerika Serikat di Amerika Selatan, karena selama ini Nicolas Maduro dikenal anti Amerika Serikat.

Juan Guaido terus menerus memprovokasi massa dan militer untuk menjatuhkan Nicolas Maduro. Dalam pernyataannya baru baru ini, ia mengatakan akan terus memimpin demonstrasi sampai Maduro mundur dari kursi presiden. Parahnya lagi, Juan Guaido menyatakan diri sebagai Presiden yang sah secara konstitusi. Hal itu menjadi legitimasi dirinya untuk terus berupaya menjatuhkan Maduro.

“Hari ini kita lanjutkan, Kami akan terus berjalan dengan kekuatan lebih dari sebelumnya,” ujar Juan Guaido di akun twitter nya. Sementara inkumbent Nicolas Maduro tetap bersikukuh mempertahankan kekuasaannya. Ia mengatakan bahwa demonstrasi yang dikobarkan Guaido merupakan kejahatan berat dan akan menindaknya dengan hukuman yang tegas. Maduro tidak akan toleran dengan segala bentuk pemberontakan.

Guaido menempatkan dirinya sebagai oposisi yang protagonis dan Maduro sebagai petahana yang antagonis. Sampai artikel ini dimuat, belum ada titik terang mengenai kondisi Venezuela. Korban terus berjatuhan, dan masyarakat mengalami krisis pangan. Tak sedikit masyarakat Venezuela yang memutuskan untuk bermigrasi ke negara negara tetangga. Kerusuhan terjadi setiap hari. Penjarahan demi penjarahan tak terelakkan.

Menteri luar negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menyatakan bahwa negaranya tak menutup kemungkinan untuk terlibat secara langsung ke Venezuela. Pernyataan itu mendapat respon negatif dari Rusia, Tiongkok, dan Turki. Ketiga negara tersebut mengatakan bahwa tidak selayaknya Amerika Serikat terlibat dalam konflik di sebuah negara berdaulat. Jika Amerika serikat pada akhirnya memang turun tangan langsung ke Venezuela, maka hal itu dirasa sudah terlalu jauh.

Keterlibatan Amerika Serikat seperti yang dilontarkan oleh Mike Pompeo adalah keterlibatan secara militer. Sedangkan sejarah mencatat keterlibatan Amerika Serikat secara militer di suatu negara selalu memperburuk situasi dan kondisi di negara tersebut. Vietnam, Korea, Irak, Afghanistan, dan Syiria adalah deretan negara yang pernah mengalaminya.

Apa yang terjadi di Venezuela hari ini tentu saja menjadi pembelajaran bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Satu bulan lalu Indonesia telah menjalani pemilihan umum Presiden. Komisi Pemilihan Umum akan mengumumkan hasil perhitungan suara pada tanggal 22 Mei 2019. Siapapun nanti yang diumumkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden, maka sudah selayaknya kita sebagai masyarakat mau menerimanya, terlepas apakah beliau merupakan Presiden dan Wakil Presiden yang kita pilih atau bukan.

Seluruh lapisan masyarakat wajib menerimanya karena secara de facto Presiden dan Wakil Presiden yang memenangkan pemilihan umum merupakan Presiden dan Wakil Presiden yang sah. Apabila ada pihak pihak yang menilai bahwa kemenangan tersebut diraih dengan cara yang curang, maka bisa melaporkannya ke Mahkamah Konstitusi dengan disertai bukti bukti yang mendukung.

Pengerahan massa atau populer disebut “People Power” tentu saja bukan solusi yang elegan. Pengerahan massa untuk demonstrasi besar besaran dikhawatirkan justru membawa negara ke arah yang buruk. Bayangkan saja apabila hal itu terjadi, kemudian terjadi chaos berkepanjangan. Maka warga masyarakat juga merasakan dampak negatif dari hal tersebut.

Apabila terjadi chaos, tentunya akan banyak masyarakat yang dirugikan secara ekonomi. Berapa banyak unit usaha yang tutup selama chaos berlangsung? Belum lagi potensi adanya penjarahan masal. Para investor akan menarik investasinya dari negara ini. Kekhawatiran lain adalah adanya negara negara adikuasa yang akan turun tangan menyelesaikan masalah dalam negara ini.

Tidak menutup kemungkinan bahwa negara seperti Amerika Serikat atau Rusia akan masuk ke negara ini dengan armada militernya dengan dalih sebagai pasukan perdamaian dunia mengamankan negara dari konflik. Setelah chaos selesai, masalah masih akan muncul. Masyarakat akan merasakan dampak inflasi dari konflik yang terjadi.

Harga pangan melambung. Para pemilik unit usaha yang terkena dampak penjarahan harus memulai usahanya kembali dengan tidak mudah. Perusahaan perusahaan harus memberhentikan karyawannya karena tak sanggup menggaji. Berapa banyak keluarga yang ditimpa kesedihan karena anggotanya menjadi korban kerusuhan. Lebih banyak mudharat atau keburukan yang terjadi daripada manfaat atau kebaikan.

Hal hal yang HOWEXPLORE sebutkan diatas tentunya masih bisa kita hindari. Sebagai warga masyarakat, kita perlu cerdas untuk memikirkan secara panjang dampak yang terjadi apabila negara ini chaos. Selayaknya kita perlu menghindari hal hal yang bersifat inkonstitusional. Sekali lagi, kita perlu berkaca dari Venezuela hari ini.