Jangan Senang Dulu Manchester City, Tiga Lawan Di Sisa Musim Ini Bakal Membuatmu Terpleset
howexplore - Jangan Senang Dulu Manchester City, Tiga Lawan Di Sisa Musim Ini Bakal Membuatmu Terpleset | airtelfootball.ug

HOWEXPLORE – Manchester United kalah atas Manchester City dalam derby Manchester yang berlangsung Kamis, 25 April 2019 dini hari WIB. Pada laga yang digelar di Stadion Old Trafford tersebut, tuan rumah dipecundangi The Citizens dengan skor 0-2. Namun tahukah anda bahwa yang paling bersedih atas kekalahan Manchester United itu justru fans Liverpool. Hal itu wajar mengingat Manchester City merupakan satu satunya rival Liverpool dalam perburuan gelar Liga Inggris (Premier League).

Kemenangan atas red devils membuat Manchester City berada di peringkat pertama klasemen Liga Inggris dengan 89 point dari 35 pertandingan yang telah dijalani. Sementara Liverpool berada satu point di bawahnya. Penaklukan The Citizens atas red devils membuat jalan tim biru langit untuk meraih trofi Liga Inggris menjadi semakin mudah. Pasalnya di 3 sisa laga, Manchester City berhadapan dengan tim yang relatif lebih mudah.

Tiga tim yang akan dihadapi Manchester City adalah Burnley, Leicester City, dan Brighton Albion. Secara matematis ketiga tim yang disebutkan tadi memang memiliki kualitas skuad yang jauh di bawah The Citizens, tapi seperti yang selalu dikatakan oleh para komentator sepakbola terkenal, bahwa sepakbola bukanlah matematika. Sepakbola adalah perihal semangat dan banyak cerita heroisme di dalamnya.

Fans Liverpool tak perlu larut dalam kesedihan dan keputusasaan. Percayalah bahwa 3 sisa laga yang dijalani The Citizens tidak akan mudah. Tim milik Syeih Mansyur sang juragan kaya raya asal Timur Tengah itu berpotensi terpleset di sisa laga yang dihadapinya. Burnley memang hanya membutuhkan sekali hasil imbang untuk dapat bertahan di Premier League.

Bahkan apabila Burnley kalah di sisa laga musim ini pun mereka kemungkinan besar tetap bertahan di Liga inggris mengingat Cardiff City yang berada di peringkat 18 memiliki minus gol 35. Sedangkan Burnley memiliki minus 18 gol. Artinya Burnley lah yang bertahan di Premier League karena minus gol nya lebih sedikit dibanding Cardiff, itupun dengan catatan Cardiff harus terus menang di tiga sisa pertandingan musim ini dan mencetak gol yang lebih banyak.

Dengan catatan di atas banyak yang memprediksi The Citizens bakal mudah menggulung Burnley karena tak lagi punya target dan mempunyai posisi aman di Liga Inggris. Namun justru itulah yang menjadi bahaya untuk Manchester City. Dengan posisi mereka yang cenderung aman, Burnley akan tampil lepas di laga lawan City, apalagi mereka tampil di hadapan ribuan suporternya.

Secara psikologis, Burnley yang tampil tanpa beban akan berusaha untuk “coba coba” mengalahkan Manchester City. Mereka tak ingin hanya dinilai sebagai batu loncatan The Citizens untuk mengambil piala Premier League. Burnley akan menjelma menjadi batu licin agar Manchester City terpleset dan hanyut di sungai sebelum mampu mengambil trofi.

Lawan berikutnya yang akan dihadapi Manchester City adalah Leicester City. Leicester City juga bukan merupakan lawan enteng untuk skuad City. Pasalnya, Leicester masih diperkuat beberapa pemain yang membawa mereka meraih trofi Liga Inggris musim 2015/2016, seperti striker James Vardy dan kiper Kasper Schmeichel. Vardy masih menjadi salah satu penyerang berbahaya meski tak setajam 3 musim lalu. Sementara Schmeichel adalah salah satu kiper terbaik di liga hingga saat ini.

Mental juara masih mengalir cukup deras dalam tubuh James Vardy dan Kasper Schmeichel. Sehingga mereka akan menunjukkan kepada para ksatria Manchester biru bahwa lawan yang dihadapi oleh sang kandidat juara itu bukanlah lawan yang ecek ecek, bukan lawan receh. Kendati Leicester City bukan lagi penantang juara, namun mental pemenang yang ada dalam skuadnya tidaklah lekang oleh waktu. Mereka akan menjadikan laga melawan Manchester City sebagai bigmatch di akhir musim.

Perlu diingat bahwa Leicester City adalah satu dari sedikit tim yang mampu mengalahkan Manchester City musim ini. Kala bertanding di kandang Leicester, The Citizens kalah dengan skor tipis 2-1. Tentunya para pemain Leicester City dengan senang hati akan berusaha untuk mengulang moment tersebut. Meski bertanding di Ettihad Stadium, bukan tidak mungkin Leicester City akan membuat malu sang tuan rumah.

Lawan terakhir yang akan dihadapi Manchester City adalah Brighton Albion. Statusnya sebagai tim gurem tidak serta merta membuatnya tidak berbahaya. Brighton Albion memang tim gurem yang menjadi salah satu kandidat degradasi musim ini. Saat ini Brighton Albion berada di peringkat 17, yaitu batas peringkat aman untuk lolos dari jurang degradasi. Dengan 35 laga yang dijalani, Brighton Albion meraup 34 point, 3 point lebih banyak dari cardiff City di bawahnya.

Posisi Brighton belum aman untuk dapat bertahan di Premier League. Meski kalah di semua sisa laga musim ini, Brighton masih punya harapan untuk bertahan dengan catatan Cardiff juga kalah di semua sisa laga musim ini. Namun Brighton tentu saja tidak menggantungkan nasibnya kepada kekalahan Cardiff, tapi juga berusaha sekuat mungkin untuk meraih kemenangan demi bertahan hidup di level teratas Liga Inggris.

Pada laga terakhir musim ini tentu saja tidak ada cara lain bagi Brighton untuk bertahan di Liga Inggris kecuali dengan mengalahkan sang pemimpin klasemen, Manchester City. Pertarungan antara David vs Goliath akan terjadi di pertandingan terakhir yang dijalani kedua tim beda alam ini.

Semangat juang anak anak Brighton bakal menjadi batu sandungan Manchester City untuk meraih trofi Liga Inggris musim ini. Kalau The Citizens menganggap remeh Brighton, maka kekalahan atau hasil imbang bukanlah hal yang mengejutkan.

Dengan 3 lawan yang akan dihadapi Manchester City di sisa musim ini, harusnya fans Liverpool sumringah karena potensi City terpleset sangat terbuka lebar. Fans Liverpool berhak kecewa dengan kekalahan Manchester United di tangan Manchester City karena di atas kertas Cuma United yang berpotensi menjadi batu sandungan City.

Namun, jika para fans benar benar jeli dengan 3 lawan City berikutnya, maka kegembiaraan adalah sebuah keniscayaan. Tapi semisal Manchester City terpleset oleh tim tim tersebut, tetap saja tidak ada artinya apabila Liverpool juga terpleset. Maka mental lah yang akan menentukan siapa yang bakal menjadi juara Premier League berikutnya.