Kalahkan Mbak Mbak Swedia, Para Noni Belanda Siap Hancurkan Mbak Mbak Amerika Serikat
howexplore - Kalahkan Mbak Mbak Swedia, Para Noni Belanda Siap Hancurkan Mbak Mbak Amerika Serikat | twimg.com
howexplore - Kalahkan Mbak Mbak Swedia, Para Noni Belanda Siap Hancurkan Mbak Mbak Amerika Serikat | twimg.com

HOWEXPLORE – Sepakbola selalu identik dengan laki laki, tapi saat ini stereotip ini sedikit demi sedikit mulai pudar. Pasalnya, para wanita pun tak kalah seru jika memainkan si kulit bundar ini. Bahkan gelaran Piala Dunia wanita kian tahun semakin menarik minat para penikmat sepakbola. Tahun ini Piala Dunia wanita digelar di Perancis. Banyak drama yang terjadi di gelaran tahun ini. Salah satunya adalah kemenangan tipis tim nasional Belanda atas Swedia.

Para Noni Belanda mampu mengatasi perlawanan mbak mbak Swedia dengan skor tipis 1-0. Hasil ini sangat cukup mengantarkan Belanda ke babak final untuk berhadapan dengan tim nasional Amerika Serikat. Hasil ini juga membuktikan bahwa mbak mbak Belanda tak kalah jago dari para meneer Belanda dalam hal memainkan sepakbola. Apapun hasil di laga final nanti, publik Belanda sudah sangat bangga pada mbak mbaknya yang sudah menuai hasil positif hingga final.

Laga antara Belanda melawan swedia yang dihelat di Stadion Parc Olympique Lyonnais berjalan dengan alot sejak kick off babak pertama dimulai. Pada awal babak pertama, tim oranye nyaris mencetak gol lewat tendangan keras kaki kanan Vivianne Miedama. Tapi sayang tendangan itu hanya melebar ke samping gawang. Miedama pun sempat mengalami down mental setelah tendangannya gagal masuk gawang.

Miedama bahkan berpikir bahwa dirinya akan pensiun dini setelah laga berakhir dan banting stir jualan Miesedap. Tapi beruntung ia memiliki rekan rekan yang peduli kepadanya. Rekan rekannya tak setuju Miedama pensiun dini untuk jualan Miesedap, tapi menyarankan untuk usaha Mieayam di tanah abang. Bahkan sang pelatih menyarankan kalau jualan mieayam nya jangan di tanah abang karena itu buat laki laki dan suruh jualan di tanah dedek yang khusus perempuan.

Sang pelatih menyarankan Miedama datang ke tanah dedek dengan membonceng NICA sebagai utusan VOC. Tapi Miedama menolak saran itu karena VOC sudah bubar dan tak punya aplikasi NICA, jadi mungkin akan membonceng Go food.

Btw maaf nulisnya kami skip dulu, mau jumatan dulu. Nanti kami lanjutkan.

Kembali ke pertandingan. Pada menit ke 13 Swedia nyaris membobol gawang para Noni Belanda. Penyerang Swedia, Stina Blackstenius tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Belanda. Namun dengan luar biasa tendangannya mampu dibendung oleh sang penjaga gawang Belanda. Pelatih Swedia pun mengingatkan stina Blackstenius supaya tendangannya tak terlalu tendensius, biar masuk ke gawang.

Babak pertama pun selesai dengan skor imbang 0-0. Pada babak kedua, laga semakin seru. Jika biasanya kita terbiasa menyaksikan mbak mbak dan ibu ibu melakukan transaksi jual beli di pasar, nah di laga ini kita menyaksikan mbak mbak dan ibu ibu melakukan transaksi jual beli serangan ke arah gawang lawan. Tapi sayang, jual beli serangan itu sama sekali tak membuahkan sebuah akad. Maka pertandingan pun dilanjutkan lewat babak tambahan waktu.

Pada babak tambahan waktu ini akhirnya noni Belanda yang diwakili oleh Jackie Goenen berhasil mencetak gol ke gawang Swedia melalui tendangan keras dari jarak jauh, sejauh hubungan kita selama ini, enggak enggak, maksud kami dari luar kotak pinalti. Belanda pun unggul 1-0 hingga laga berakhir. Sadar bahwa mereka mengalami kekalahan, mbak mbak Swedia pun langsung menangis.

Tangisan mereka bahkan lebih keras daripada ketika diputusin oleh gebetan. Para noni Belanda yang tadinya euforia meledak ledak merayakan kemenangan, tiba tiba terdiam. Empati mereka kemudian muncul yang dilanjutkan berjalan perlahan lahan ke arah para mbak mbak Swedia yang sedang tersendu sendan menangisi kegagalan. Para noni Belanda pun mengangkat mbak mbak Swedia dan memeluknya dengan hangat.

Dalam pelukan yang hangat itu beberapa bahkan memberikan bisikan motivasi agar berhenti untuk bersedih. “Uwes tho, seng uwes yo wes,” kata noni Belanda. “Sesok dibaleni meneh,” tambah yang lain. Mereka pun kemudian berpelukan sambil menyanyikan lagu Didi Kempot berjudul “Gawe Gelo.” Kebetulan para noni Belanda tersebut ada yang berasal dari Suriname sehingga dapat menyanyikan lagu Jawa nya Didi Kempot. Selain keturunan Suriname, beberapa noni juga merupakan keturunan suritauladan.

Pelatih tim nasional sepakbola wanita Belanda, Sarina Wiegman mengaku bangga dengan hasil yang diperoleh timnya. Atas hasil luar biasa ini, usai gelaran Piala Dunia wanita, Sarina Wiegman akan menggarap film biopiknya yang berjudul Wiegman vs Superman yang di produksi secara indie. Biar lebih indie, pengambilan gambar akan dilakukan di waktu senja sambil ngopi dan baca puisi.

Kembali ke Piala Dunia Wanita, hasil laga semi final ini mengantarkan para noni Belanda ke laga final melawan tim dari negaranya Donald Trump, yaitu Uganda. Bukan, yaitu Amerika Serikat yang di laga semi final lainnya menghancurkan perasaan mbak mbak Inggris dengan skor tipis 2-1. Sarina Wiegman optimis Belanda bakal mampu mengalahkan mbak mbak Amerika Serikat di laga final nanti. Oke kita tunggu saja, mbak mbak dari negara mana yang akhirnya akan mengangkat trofi Piala Dunia Wanita.