Kalahkan Para Noni Belanda, Mbak Mbak Amerika Serikat Raih Piala Dunia Wanita 2019
howexplore - Kalahkan Para Noni Belanda, Mbak Mbak Amerika Serikat Raih Piala Dunia Wanita 2019 | businessinsider.com
howexplore - Kalahkan Para Noni Belanda, Mbak Mbak Amerika Serikat Raih Piala Dunia Wanita 2019 | businessinsider.com

HOWEXPLORE – Tim nasional sepakbola wanita Amerika Serikat akhirnya merengkuh juara Piala Dunia Wanita 2019 setelah mengkandaskan perlawanan tim nasional sepakbola wanita Belanda di partai final dengan 2 gol tanpa balas. Pada babak pertama, kedua tim tampil terlalu berhati hati. Saking berhati hatinya, malah pertandingan berjalan lambat dan membosankan. Bahkan nyaris tidak ada peluang apalagi gol yang tercipta.

Banyak penonton yang menguap tatkala menyaksikan laga babak pertama ini. Sebagian bahkan tertidur pulas, padahal habis menenggak kopi jelang pertandingan. Tidak sedikit pengidap insomnia yang sengaja menonton laga ini di tv demi bisa tidur nyenyak sampai pagi. Bisa dikatakan laga babak pertama ini jauh lebih membosankan dari hubungan kedua insan yang berpacaran lebih dari 5 tahun tapi gak nikah nikah.

Peluit panjang tanda babak pertama selesai telah dibunyikan. Baik pemain dari kubu Amerika Serikat maupun Belanda berjalan keluar lapangan dengan tertunduk lesu. Kedua tim sadar tak dapat mengeluarkan kemampuannya secara maksimal sehingga laga pun berjalan lambat dan membosankan. Para pemain kedua tim juga merasa bersalah tak dapat memberikan hiburan kepada para penonton dan suporter yang sudah datang jauh jauh dari negaranya ke Stadion Stade De Lyon, Perancis.

Namun para pemain dari Amerika Serikat dan Belanda yang bermain di babak pertama merasa bangga dapat membantu para pengidap insomnia akut agar bisa kembali tidur dengan nyenyak. Para pemain tersebut bahkan sempat berwacana setelah gelaran Piala Dunia Wanita Usai, akan menggelar laga persahabatan untuk amal, yaitu melakukan pertandingan yang membosankan untuk memberikan terapi kepada para pengidap insomnia.

Selain itu laga amal juga untuk membantu orang yang gak punya mimpi dalam hidupnya untuk bermimpi dengan cara tertidur ketika menonton kedua tim ini berlaga. Sangat menginspirasi sekali ya.

Kembali ke laga final Piala Dunia Wanita 2019. Bosan telah membuat para penonton bosan di babak pertama, kedua tim sepakat tampil all out di babak kedua. Mereka berjanji tidak akan lagi menyajikan pertarungan yang boring. Baik tim Amerika Serikat maupun tim Belanda telah membayar janjinya. Pada laga babak kedua, kedua tim tampil cepat dan saling jual beli serangan.

Mereka ingin membuktikan bahwa sepakbola wanita tak kalah serunya dari sepakbola yang dimainkan oleh laki laki. Amerika Serikat dan Belanda ingin memberi sebuah bukti bahwa sepakbola wanita tak kalah menegangkannya dan mampu menghibur serta menyajikan drama yang indah, bahkan lebih indah dari sepakbola laki laki.

Pada babak kedua, pemain belakang Belanda, Stefanie van der Gragt, cucu dari pendiri Benteng Van der Burgh, melakukan pelanggaran keras kepada penyerang Amerika Serikat, Alex Morgan di kotak terlarang. Awalnya wasit sempat ragu apakah harus menunjuk titik putih ataukah menunjuk orang lain menggantikan dirinya sebagai wasit untuk memberi keutusan itu. Namun akhirnya, karena desakan protes para pemain Amerika Serikat, wasitpun kemudian keluar lapangan untuk menonton tayangan ulang lewat VAR.

Para pemain dari kedua kubu pun harus menunggu lama wasit yang tak kunjung kembali ke lapangan. Para pemain dari Amerika Serikat dan Belanda bahkan sempat berkenalan dan mengobrol hangat ketika menunggu keputusan wasit. Sejam telah berlalu, wasit tak kunjung kembali ke lapangan. Alex Morgan yang kesal karena telah menunggu lama, kemudian berinisiatif nyamperin wasit. Alex Morgan pun kaget karena melihat wasit di depan VAR.

Usut punya usut ternyata wasit menonton tayangan ulang dari kick off babak pertama berlangsung. Wajar jika lama banget. Wasit pun kemudian kembali ke lapangan dan memutuskan memberikan hadiah pinalti kepada tim Amerika Serikat. Amerika Serikat pun bersorak sorai menyambut keputusan wasit tersebut. Namun kapten tim, Megan Rapinoe, sepupu Megan Trainor, adik dari Megan Markel, langsung mengingatkan timnya untuk tidak bahagia terlebih dahulu.

Hal itu karena bola belum ditendang. Megan yang ditunjuk sebagai eksekutor pun sukses memperdayai penjaga gawang Belanda. Amerika Serikat unggul 1-0 atas mbak mbak Noni Belanda. Sadar timnya tertinggal skor, Belanda kemudian berusaha tampil spartan untuk mengejar ketertinggalan.

Belanda nyaris membobol gawang Amerika Serikat melalui Vivianne Miedama, anak pengusaha Miesedap di Amsterdam Belanda. Namun beruntung para pemain belakang Amerika Serikat sigap mengamankan sang anak pengusaha Miesedap tersebut. Belanda pun gagal mencetak gol. Vivianne Miedama kembali melakukan ancaman ke gawang Amerika Serikat dengan melepaskan tendangan dari luar kotak pinalti, namun sayang tendangannya justru masuk ke kotak infak Stadion Stade de Lyon.

Pada menit ke 69, Amerika Serikat justru menambah keunggulan. Crystal Dun, pemain yang hatinya selembut crystal, melakukan operan kepada Rose Lavelle. Rose Lavelle kemudian melewati dua pemain belakang Belanda sebelum akhirnya melakukan tendangan maut yang masuk ke gawang para Noni. Skor 2-0 untuk Amerika Serikat.

Tertinggal 2 gol, seluruh Noni Belanda mengerahkan segala upaya dan kekuatannya untuk menggempur pertahanan timnya Donald Trump tersebut. Tapi sayang segala upaya mbak mbak Noni Belanda tak membuahkan hasil hingga peluit babak kedua tanda pertarungan selesai dibunyikan. Para pemain Amrik pun bersorak sorai. Seluruh Amerika Serikat bersorak sorai, termasuk Presiden Donald Trump yang tengah sibuk syuting bersama Mickey Mouse.

Sementara itu pemain Belanda langsung lemas dan tertunduk lesu ketika sadar timnya kalah. Tidak sedikit dari pemain tersebut yang menangis tersendu sendu. Tapi tidak ada yang sampai histeris. Mereka hanya menangis secukupnya, karena mereka sadar bahwa yang berlebihan itu tidak bagus. Bagimanapun kekalahan ini tak terlalu buruk karena para Noni itu telah berusaha semaksimal mungkin menggapai kemenangan meski takdir berkata lain.

Begitu pula para pemain Amerika Serikat. Mereka pun tak berlebihan bersorak sorai di dalam lapangan karena merasa tak enak hati kepada para pemain Belanda. Mereka pun mendatangi para pemain Belanda dan memberikan pelukan hangat tanda solidaritas sesama wanita. Selain itu memberikan hiburan kepada pemain Belanda.

Para penonton pun memberikan applause kepada kedua tim yang telah berjuang maksimal untuk negaranya di lapangan hijau sekaligus tanda terima kasih karena telah merubah laga yang membosankan menjadi laga yang seru.

Ini adalah trofi keempat Piala Dunia yang diraih tim nasional sepakbola wanita Amerika Serikat. Sebelumnya, mereka telah melakukannya di edisi tahun 1991, 1999, dan 2015. Mereka pernah sekali berada di posisi runner up, yaitu tahun 2011. Sedangkan pada edisi 1995, 2003, dan 2007, mereka berada di peringkat tiga.