Kesal Karena PSG Kalah, Neymar Melampiaskannya Dengan Memukul Fans Sendiri
howexplore - Kesal Karena PSG Kalah, Neymar Melampiaskannya Dengan Memukul Fans Sendiri | wp.com
howexplore - Kesal Karena PSG Kalah, Neymar Melampiaskannya Dengan Memukul Fans Sendiri | wp.com

HOWEXPLORE – Kalah dalam suatu pertandingan olahraga adalah hal yang biasa. Sedikit emosional setelah kalah dalam pertandingan olahraga juga masih merupakan hal yang bisa sedikit dimaklumi. Tapi jika kalah lalu memukul suporternya sendiri, maka itu adalah hal yang berlebihan dan sangat brutal. Yang lebih memalukan lagi hal itu dilakukan oleh bintang sepakbola sebesar Neymar. Dalam salah satu video yang beredar, pemain tim nasional Brasil itu memukul seorang suporter.

Peristiwa itu terjadi setelah pertandingan final Piala Perancis yang mempertemukan Rennes dan PSG (Paris Saint Germain), tim tempat Neymar bernaung. Pada laga itu, PSG yang lebih diunggulkan untuk menang, secara mengejutkan mendapat perlawanan ketat dari Rennes. Pertandingan pun harus berakhir dengan skor imbang 2-2 hingga 90 menit. Perpanjangan waktu pun dilakukan dan skor masih tidak berubah.

Akhirnya laga harus diakhiri dengan adu tendangan pinalti untuk menentukan pemenang. Rennes akhirnya keluar sebagai juara setelah menang adu pinalti dengan skor 6-5. Neymar terlihat shock dan tak percaya PSG bisa kalah. Ia terlihat sama sekali tidak legowo dengan hasil pertandingan.

Hal yang tambah membuatnya kecewa adalah fakta bahwa Ia tampil full untuk pertama kalinya untuk PSG setelah cidera panjang yang dialaminya dan Ia tampil luar biasa di laga tersebut. Sialnya, kekecewaan itu secara brutal Ia lampiaskan kepada suporter PSG sendiri. Hal itu terjadi tatkala para pemain PSG naik menuju tempat pemberian medali.

Ketika Neymar sedang berjalan, tiba tiba Ia menghentikan jalannya setelah tahu ada seorang suporter sedang mengabadikan dirinya dalam video telepon seluler. Neymar yang merasa wajahnya kucel dan berminyak serta terlihat sedih atas kekalahan tersebut meminta kepada sang suporter untuk menghapus video tersebut. Sang suporter PSG  yang kaget karena tak menyangka aksinya bakal direspon Neymar, hanya tersenyum melihat Neymar yang memintanya menghapus video tersebut.

Neymar terus memintanya untuk menghapus video itu, namun sang suporter enggan mengabulkan permintaan Neymar karena yakin bahwa yang maha mengabulkan adalah Tuhan. Neymar yang sangat kesal karena permintaannya tak digubris langsung memberikan pukulan ke wajah suporter PSG itu. Melihat kejadian itu, rekan Neymar yang berdiri di belakangnya segera melerai dan meminta Neymar melanjutkan perjalanan.

Neymar pun kemudian berlalu begitu saja. Sementara itu sang suporter terlihat malu atas kejadian tersebut dan berusaha menutupi rasa malunya dengan melihat hasil rekaman video di ponsel. Sejauh ini Neymar belum memberikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Sebuah hal yang kami rasa sangat memalukan, terlebih lagi Ia adalah bintang sepakbola yang besar.

Beberapa insiden yang melibatkan pemain dan suporter pernah terjadi. Yang paling memorable tentu saja tendangan kungfu sang legenda hidup Manchester United asal Perancis, Eric “The King” Cantona kepada fans Crystal Palace. Namun apa yang dilakukan Cantona masih lebih wajar dibanding Neymar. Cantona melakukan serangan kepada suporter lawan, dan itu pun setelah dirinya dihina.

Sementara yang dilakukan Neymar adalah kepada suporter nya sendiri dan itu dilakukannya sebagai kekesalan atas kekalahan PSG. Neymar memang sedang mengalami depresi. Setelah gagal bersinar di Piala Dunia 2018, musim ini Ia pun juga gagal bersinar bersama PSG. Ia hanya berada di bangku penonton ketika PSG secara menyakitkan dilibas Manchester United di babak perdelapan final Liga Champion.

Ia pun di skor selama 4 laga karena ulahnya yang menghina wasit secara brutal di instastory instagramnya setelah PSG tersingkir. Kini, Ia pun terancam di skor selama 5 laga atas kejadian gak penting yang dilakukannya tersebut. Neymar memang digadang gadang mampu bersaing menjadi yang terbaik di dunia bersama bintang sepakbola asal Argentina, Lionel Messi dan kapten Portugal, Cristiano Ronaldo.

Tapi fakta yang terjadi justru sebaliknya. Ia lebih sering dirundung kontroversi akibat tak mampu mengontrol emosinya daripada prestasinya di lapangan hijau.