Liverpool Dipecundangi Tim Yang Dipecundangi Juventus Di Italia
howexplore - Liverpool Dipecundangi Tim Yang Dipecundangi Juventus Di Italia | gilabola.com
howexplore - Liverpool Dipecundangi Tim Yang Dipecundangi Juventus Di Italia | gilabola.com

HOWEXPLORE – Sebelumnya Kami sampaikan bahwa artikel sampah ini hanya fiktif yang sebagian diinspirasi dari kejadian nyata. Penulis sedang menderita halusinasi tingkat tinggi dan menjalani terapi menghilangkan depresi dengan cara menulis. Maka mohon maaf jika artikel di bawah ini tak sesuai yang diharapkan. Salam sepakbola. Selamat membaca.

Liverpool merupakan tim terkuat di daratan benua biru musim lalu. Hal itu mereka buktikan dengan menjuarai trofi Liga Champion Eropa dengan mengalahkan rival senegaranya, Tottenham Hotspur di partai final. Begitu pula di Premier league. Meskipun hanya berada di posisi runner up, Liverpool tampil gemilang.

Namun ketangguhan The Reds musim lalu tidak berbanding lurus dengan torehan mereka di laga pra musim. Liverpool tak pernah menang di semua laga pra musim kali ini. Yang paling gres adalah pertandingan melawan jagoan Italia, Napoli yang berlangsung di Stadion Murrayfield, Edinburgh, Skotlandia, Minggu 28 Juli 2019.

Pada laga tersebut, peraih trofi Liga Champion Eropa 2018/2019 tersebut dibantai oleh Napoli dengan skor mencekam, 3-0. Napoli langsung melakukan serangan sejak kick off babak pertama dimulai. Pada menit ke 3, Lorenzo Insigne melakukan sebuah tendangan geledek yang masih melayang jauh di atas mistar sang jagoan Inggris.

7 menit berselang, Lorenzo Insigne kembali melakukan ancaman, namun sayang ancaman tersebut tak terlalu menakutkan sehingga gawang Liverpool masih aman-aman saja. Pelatih The Reds, Jurgen Klopp tersenyum manis melihat peluang demi peluang yang dihasilkan Napoli di awal-awal pertandingan itu tak berhasil masuk ke gawang timnya.

Namun pada menit ke 18, Jurgen Klopp terpaksa merubah ekspresinya yang tadinya senyam senyum menjadi datar setelah Napoli mencetak gol ke gawang The Reds. Lorenzo Insigne, pemain yang telah dua kali gagal menyarangkan bola ke gawang Liverpool akhirnya tersenyum bahagia setelah tendangan kerasnya ke pojok tiang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Simon Mignolet.

Setelah gol tersebut, Simon Mignolet sempat mengalami depresi. Terlihat ia meminta wasit untuk memberinya waktu refleksi dan introspeksi diri. Dalam refleksi yang dijalaninya, Mignolet berpikir apakah ia akan bangkit dan melanjutkan pertandingan atau apakah ia memutuskan berhenti dari pertandingan dan pensiun dini.

Mignolet bahkan sudah menulis daftar pekerjaan ketika ia nanti berhenti sebagai penjaga gawang Liverpool. Pada daftar pertamanya, Mignolet akan berhenti sebagai penjaga gawang dan melanjutkan hidup sebagai penjaga warnet. Ketika menjadi penjaga warnet, nantinya Mignolet bakal sibuk menepis tuduhan bahwa warnet yang dijalankannya melakukan bajakan terhadap lagu-lagu karya musisi dunia.

Mignolet juga akan mengamankan warnetnya dari serangan-serangan ormas yang melakukan persekusi terhadap warnetnya dengan tuduhan warnetnya dijadikan tempat mesum. Kemudian dalam daftar pekerjaan nomer 2, Mignolet berencana menjadi supir mikrolet. Hal itu didasarkan pada kenyataan bahwa keberadaan mikrolet di Inggris nyaris punah sejak adanya ojek pengkolan. Kebetulan Mignolet hobi nyetir. Ia sering melakukan menyetir mobil dari Southampton ke Gunungkidul.

Mignolet berencana akan memberdayakan orang-orang yang hobi nyetir untuk nyetir mikrolet yang dimilikinya,terutama orang-orang yang hobi nyetir kepala negara. Lalu dalam daftar pekerjaan ke 3, Mignolet bercita-cita jualan mie goreng. Hal itu merupakan cita-cita Mignolet sejak ia masih duduk di bangku Paud.

Setelah 3 jam lebih 4 menit 2 detik, Mignolet telah membuat suatu keputusan bulat, yaitu sebuah keputusan yang belum pernah ia putuskan seumur hidupnya di dunia yang fana ini. Mignolet pun memanggil wasit, namun wasit tak menoleh karena sedang makan siomay di pinggir lapangan bersama Jurgen Klopp dan Jurgen beras.

Mignolet pun kemudian menghampiri wasit yang sok sibuk itu lalu menepuk pundak sang wasit. Merasa nyaman ditepuk oleh Mignolet, sang wasit meminta Mignolet untuk kembali menepuk pundak dan punggungnya. Mignolet pun tanpa ragu melakukannya. Wasit pun sampai terharu dengan tepukan lembut Mignolet di pundak dan punggung sang wasit, dan mengatakan bahwa seumur hidup baru kali ini ia di puk-puk seseorang.

Setelah selesai di puk-puk oleh Mignolet, sang wasit pun mempersilahkan Mignolet untuk mengatakan keputusan yang telah diambilnya. Tanpa banyak waktu, Mignolet pun mengatakan bahwa ia akan melanjutkan karir sebagai penjaga gawang dan bakal melanjutkan pertandingan melawan Napoli.

Laga kemudian kembali dilanjutkan. Liverpool tak juga menemukan bentuk permainan setelah terjadinya gol pertama. Justru Napoli semakin membabi buta melakukan berbagai serangan berbahaya ke jantung pertahanan Liverpool. Pada menit ke 28, Napoli kembali membobol gawang Liverpool melalui Arkadiusz Milik hasil umpan silang Lorenzo Insigne yang tadi mencetak gol pertama.

Pasca kebobolan gol kedua, The Reds mencoba bangkit dari keterpurukan dengan melakukan serangan demi serangan. Napoli sempat kerepotan dengan serangan demi serangan yang dihasilkan oleh The Reds. Seperti klub Italia lainnya selain Juventus, Napoli akhirnya memilih untuk bertahan total agar tidak kebobola oleh lawan yang semakin menjadi-jadi.

Keputusan Napoli untuk bertahan akhirnya membuahkan hasil karena hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan babak pertama, skor tetap tidak berubah sama sekali, karena yang berubah adalah sikap doi pada diriku saat ini. Skor babak pertama, Napoli 2, Liverpool 0.

Gol Wijnaldum

Pada babak kedua, Liverpool merubah gaya permainan. Liverpool melakukan serangan secara frontal ke area pertahanan Napoli. Total Liverpool telah menghasilkan 6 tendangan, namun hanya satu saja yang berhasil mengarah ke gawang Napoli. Itu pun juga tidak gol hehehe. Keasyikan menyerang, sisi pertahanan The Reds pun melemah. Hal ini mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh para punggawa Napoli untuk melakukan serangan balik.

Umpan silang Lorenzo Insigne ke area kotak pinalti Liverpool mampu dimentahkan oleh Mignolet yang tadi sempat frustasi di babak pertama. Tapi pemain pengganti Napoli, Amin Younes sangat sigap dengan menghantam bola muntah tersebut ke gawang Liverpool dan goooolllllll.

Mignolet pun sempat mneyesali perbuatannya yang menyebabkan bola muntah. Mignolet sempat hendak pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi bola yang muntah-muntah terus selam 3 hari 7 malam. Namun sang pengadil buru-buru melarang Migbolet untuk pergi meninggalkan lapangan, apalagi meninggalkan doi pas lagi sayang-sayangnya.

Mignolet pun enggan pergi dan melanjutkan pertandingan. Setelah gol ketiga Napoli, Liverpool sempat mempunyai harapan untuk mengejar ketertinggalan ketika pemain tim nasional Belanda, Wijnaldum menyarangkan bola ke gawang Napoli, tapi sayang seribu sayang wasit tidak mensahkan gol itu karena dinilai offside. Jurgen Klopp pun sempat berteriak ke arah lapangan “dasar biji” karena kelewat emosi dengan keputusan wasit.

Jurgen Klopp Mengganti 10 Pemain

Hal mengejutkan terjadi setelah Wijnaldum dan kawan-kawan gagal mengejar ketertinggalan. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengganti 10 pemainnya dengan 10 pemain baru. 10 pemain yang digantikan pun kemudian menuju ruang ganti dan menyalakan applikasi spotify untuk menghibur diri agar tak depresi. Kebetulan, Stadion Murrayfield, Edinburgh, Skotlandia memiliki wifi yang lumayan kenceng.

Setelah menyalakan spotify, para pemain The Reds tersebut menikmati lantunan nyanyian merdu supaya tak stress. Bagaimanapun, cuma mendengarkan lagu yang dapat menghibur mereka dari kekalahan daripada mendengarkan omongan tetangga, apalagi malah memilih narkoba sebagai pelarian, waaah jangan sampai itu terjadi.

Kembali ke lapangan. Para pemain pengganti Liverpool yang diharapkan mampu mengubah jalannya pertandingan, ternyata tak mampu mengubah jalannya pertandingan, apalagi mengubah nasib masyarakat kelas menengah ke bawah. Mereka hanya berlari kesana kemari tanpa menghasilkan satu peluang pun yang dapat mengubah keadaan.

Wasit akhirnya meniup peluit panjang banget tanda laga telah selesai. Para pemain The Reds pun tertunduk lesu dan lemas dengan kenyataan itu. Mereka harus menerima kenyataan dipecundangi oleh tim asal Italia yang di negaranya dipecundangi oleh Juventus.

Kekalahan atas Napoli telah memperpanjang rekor tak pernah menang Liverpool dalam laga pra musim kali ini. Sebelumnya, Liverpool telah dipecundangi oleh pecundang asal Jerman bernama Borussia Dortmund. Kemudian The Reds juga kalah oleh Sevilla yang di La Liga Spanyol sebenarnya juga tak bagus-bagus amat.

Meskipun mengalami tiga kali kekalahan di tur pra musim ini, Jurgen Klopp tidak terlalu khawatir karena Liverpool belum menurunkan seluruh pemain terbaiknya seperti Sadio Mane, Firmino, Mohammed Salah, dan Daniel Sturridge yang masih menjalani liburan di luar sana.

Para pemain tersebut mendapat jatah libur yang lebih banyak daripada teman-temannya karena baru saja selesai membela negaranya di turnamen internasional. Firmino baru selesai mengantarkan Brasil menjuarai Copa Amerika, Sadio Mane baru usai mengantarkan Senegal ke pratai final Piala Afrika.

Mohammed Salah baru selesai mengantarkan Mesir ke babak perdelapan final Piala Afrika, sementara Daniel Sturridge baru selesai mengantarkan keponakannya ke sekolah. Kita tunggu saja kebangkitan Liverpool setelah para pemain terbaiknya kembali dari liburan panjang.