Manchester United Turunkan 5 Pemain “Baru” Kala Ditahan Imbang 1-1 Chelsea
howexplore - Manchester United Turunkan 5 Pemain
howexplore - Manchester United Turunkan 5 Pemain "Baru" Kala Ditahan Imbang 1-1 Chelsea | thejournal.ie

HOWEXPLORE – Manchester United dan Chelsea berbagi angka 1-1 dalam laga bigmatch yang berlangsung di Stadion Old Trafford Minggu 28 April 2019. Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solsksjaer mengubah susunan skuadnya ketika melawan Man City dengan menurunkan 5 pemain baru dalam laga melawan Chelsea.

Perubahan itu diharapkan dapat memberikan performa yang lebih baik, mengingat hasil buruk yang ditorehkan Manchester United dalam beberapa laga terakhir. Termasuk ketika red devils dikalahkan rival sekotanya, Manchester City 0-2 tengah pekan lalu di Old Trafford. Solskjaer bahkan memasukkan Eric Bailly di line up utama. Bailly jarang diturunkan sebagai pemain utama sepanjang musim ini.

Bailly terakhir diturunkan adalah saat Manchester United melawat ke Paris untuk menjalani pertandingan leg kedua perdelapan final Liga Champion melawan Paris Saint Germain. Kala itu Bailly diturunkan sebagai Bek sayap kanan, tapi performanya jauh dari kata oke. Ia pun kala itu harus keluar lapangan saat laga baru berjalan 30 menit.

Pada pertandingan melawan Chelsea, Eric Bailly tampil cukup bagus. Ia mampu mengawal setiap pergerakan striker The Blues, Gonzalo Higuain dengan baik. Bintang Chelsea, Eden Hazard pun beberapa kali gagal melewati hadangan Eric Bailly. Namun pada menit ke 71, Bailly diganti oleh Marcus Rojo. Marcus Rojo juga nyaris jarang diturunkan musim ini karena cidera panjang yang dideritanya di awal musim.

Nemanja Matic kembali dipercaya Solskjaer untuk mengisi pos tengah Manchester United. Matic sejatinya adalah pilihan utama the red devils, baik ketika masih dilatih Jose Mourinho maupun oleh Solskjaer. Tapi cidera yang dialaminya di awal Februari lalu membuatnya absen kurang lebih 6 minggu. Ketika Ia kembali bermain pasca cidera, Ia belum mampu mengembalikan performanya. Sehingga Matic tampil di bawah performa dan mempengaruhi Permainan United secara keseluruhan.

Matic pun menghangatkan bangku cadangan United dalam beberapa laga terakhir. Pada laga melawan Chelsea, permainan Matic tak kunjung membaik. Meski lebih baik di babak kedua, tapi Ia tampil buruk di babak pertama. Beberapa kali Matic gagal memberikan assist untuk rekan rekannya di lini depan Manchester United.

Matic tidak diganti oleh Solsksjaer hingga pertandingan usai. Bukan karena Ia tampil bagus, tapi karena 3 pemain lain yang diganti telah kehabisan stamina lebih dulu atau bermain lebih buruk dari Matic. Pada dua laga sisa yang dijalani Manchester United, Matic layak untuk diberi kesempatan lagi untuk tampil. Dua laga sisa itu bisa menjadi penentu apakah pemain tim nasional serbia tersebut layak dipertahankan the red devils atau dilego ke klub lain.

Ander Herrera kembali menjadi tandem di lini tengah United bersama Matic. Pemain tengah asal Spanyol itu mengalami cidera saat setan merah menghadapi Liverpool Februari lalu. Sejak saat itu Ia absen membela Manchester United. Belum lama ini Solskjaer mengungkapkan sebuah teori menarik soal lamanya cidera yang didera Herrera.

Solskjaer mengatakan bahwa Herrera stress karena nasibnya di Old Trafford musim depan tak kunjung menemukan titik terang. Kontrak Ander Herrera akan habis pada musim panas tahun ini. Namun Manchester United tak kunjung menawarkan perpanjangan kontrak kepada pemain berusia 29 tahun itu. Hal itu disebabkan karena permintaan gaji yang terlalu tinggi dari sang pemain.

Persoalan tersebut pada akhirnya membuat Herrera stress dan mengalami psikosomatis, sehingga cideranya pun cukup lama. Herrera bermain tak terlalu buruk dalam laga melawan Chelsea. Bersama Matic, Herrera menjadi creator dalam membangun serangan United, terutama di babak kedua. Beberapa kali Ia mengirim umpan berbahaya ke jantung pertahanan Chelsea yang membuat David Luis dan kawan kawan harus bekerja keras mengamankan bentengnya.

Ander Herrera bukan satu satunya pemain Spanyol yang diturunkan sebagai pemain utama Manchester United oleh Solskjaer. Juan Matta akhirnya diturunkan kembali sebagai pemain utama United untuk menghadapi bekas klub nya. Pemain sayap Spanyol ini sudah cukup lama tidak diturunkan United. Lagi lagi Cidera menjadi salah satu alasannya. Setelah sembuh dari cidera, Ia pun tidak juga kembali dalam performa terbaiknya, sehingga lebih sering dipercaya menghangatkan bangku cadangan.

Kami bahkan lupa kalau Juan Matta masih menjadi bagian dari keluarga besar Manchester United. Pada laga melawan The Blues, Matta menyumbang satu satunya gol untuk United di laga itu. Gol tersebut cukup menambah satu point untuk setan merah, tapi tak cukup untuk membawa Manchester United ke posisi 4 besar. Namun cukup untuk membuktikan Juan Matta masih menjadi momok di lini belakang lawan.

Matta bermain hingga menit ke 81, sebelum akhirnya digantikan oleh Scott McTominay. Pemain “baru” kelima yang diturunkan Solskjaer adalah striker asal Belgia, Romelu Lukaku. Lukaku sempat menjadi pilihan utama Solskjaer ketika badai cidera menerpa Manchester United Februari lalu. Saat itu gol demi gol Ia berikan untuk timnya. Namun Lukaku kemudian tampil inkonsisten. Hal itu menjadikan dirinya kembali duduk manis di bangku cadangan United.

Pada laga melawan Chelsea, Lukaku juga belum memunculkan performa terbaiknya. Pergerakannya dengan mudah dibaca oleh David Luis. Ia terlambat panas dan baru terlihat pergerakannya di pertengahan babak kedua. Inkonsistensi merupakan teman akrab Lukaku. Sepanjang membela Manchester United, Ia seringkali bermain bagus di satu dua pertandingan, tapi bermain buruk di pertandingan lainnya.

Secara keseluruhan, Manchester United tampil sedikit lebih baik bila dibandingkan tatkala melawan Man City. Namun permainan United masih jauh dari ekspektasi. Pada dua sisa laga Liga Inggris, Solskjaer dapat melihat siapa yang layak dipertahankan, dan siapa yang layak dilego.