Manchester United Vs Chelsea, Sebuah Bigmatch Yang Tak SeBigmatch Dulu Lagi
howexplore - Manchester United Vs Chelsea, Sebuah Bigmatch Yang Tak SeBigmatch Dulu Lagi | telegraph.co.uk
howexplore - Manchester United Vs Chelsea, Sebuah Bigmatch Yang Tak SeBigmatch Dulu Lagi | telegraph.co.uk

HOWEXPLORE – Pekan ke 36 Liga Inggris akan mempertemukan dua raksasa yang sedang sakit, yaitu Manchester United melawan Chelsea. Kalau di era pertengahan 2000an para penggemar sepakbola disuguhi pertarungan kedua tim untuk memperebutkan trofi Liga Inggris, maka kali ini kita disuguhi aksi saling tikam untuk memperebutkan posisi 4 besar demi mendapatkan tiket menuju Liga Champion Eropa musim depan.

HOWEXPLORE sebagai penikmat sepakbola Liga Inggris, terlebih lagi sebagai penggemar Manchester United merasa miris melihat kenyataan bahwa bigmatch antara Manchester United vs Chelsea sudah tidak sebigmatch dulu lagi. Tapi itulah hidup, kita tak akan selalu melihat sebuah kejayaan, tapi terkadang kita akan melihat keterpurukan. Atau seperti sebuah filosofi bahwa hidup itu kadang di atas, namun kadang di bawah.

Manchester United dan Chelsea sedang berada dalam kondisi yang terpuruk. Secara keuangan, kedua tim masih sangat stabil, tak seperti tim tim besar Italia yang sedang defisit. Namun secara prestasi, baik the red devils maupun the blues sedang berada di bawah, di bawah harapan semua penggemarnya. Chelsea masih sedikit lebih beruntung karena musim lalu mampu meraih Piala FA.

Namun kondisi Chelsea dua musim ini di Premier League jauh dari gambaran sebuah tim yang pernah menjadi Los Galacticos nya Liga Inggris. Kondisi yang dialami Manchester United jauh lebih parah. Semenjak ditinggalkan Sir Alex Ferguson, United terseok seok di Liga Inggris. Beberapa pertandingan terakhir yang dijalani United juga sangat buruk sekali.

Manchester United harus tersingkir di Piala FA oleh Wolverhampton Wanderers, dibantai Barcelona 3-0 setelah sebelumnya dikalahkan oleh lawan yang sama dengan skor 0-1 di Old Trafford, dan dipermalukan rival sekota, Manchester City dengan sekor 0-2. Hasil tersebut jauh dari gambaran bahwa Manchester United adalah tim terbesar di daratan Inggris yang (pernah) merajai Liga Inggris.

Meski ditangani oleh pelatih pelatih berpengalaman dengan nama besar seperti Luis Van Gaal dan Jose Mourinho, Manchester United tetap bermain di bawah performa. Pergantian dari Jose Mourinho ke tangan legenda hidup Ole Gunnar Solskjaer sempat menghasilkan sebuah ingatan akan tim tersebut kala ditangani Sir Alex Ferguson, namun itu hanya berlangsung sementara karena kemudian United hanya jadi bulan bulanan lawannya seperti disebutkan di atas.

Para pemain Manchester United seperti bermain tanpa ruh. Tidak ada hasrat dan spirit untuk menang. Mereka semakin tidak tertebak. Kadang bagus di babak pertama, namun langsung drop di babak kedua, seperti dua tim yang berbeda tapi bermain di pertandingan yang sama. Legenda hidup dan mantan kapten Manchester United, Roy Keane sampai geram menyaksikan mantan tim nya bermain tanpa menunjukkan supremasi sebagai tim besar.

Kembali lagi dalam laga melawan Chelsea. Saat ini tidak ada yang dapat memprediksi permainan United karena mereka seperti roller coasters, meninggi dan menukik secara ekstrem. Setali tiga uang, Chelsea pun seringkali mengalami hal yang sama. Bermain bagus di satu laga, tapi bermain buruk di laga berikutnya.

Harusnya pertandingan antara Manchester United vs Chelsea kali ini akan penuh tensi tinggi karena kedua tim sedang memperebutkan tiket ke Liga Champion Eropa musim depan mengingat posisi mereka saat ini berada di luar 4 besar. Namun kita tak bisa berharap tinggi dengan pertandingan tersebut. Bisa jadi pertandingan berjalan dengan membosankan, tapi kita tetap berharap laga berjalan dengan sengit seperti kala kedua tim berhadapan di pertengahan era 2000an.

Setidaknya para penggemar kedua tim, maupun penikmat sepakbola Liga Inggris ingin menyaksikan kedua tim dapat menyelesaikan sisa laga musim ini dengan tampil mengesankan.