Nelangsa Timnas Indonesia Di Kandang Sendiri
howexplore - Nelangsa Timnas Indonesia Di Kandang Sendiri | performgroup.com
howexplore - Nelangsa Timnas Indonesia Di Kandang Sendiri | performgroup.com

HOWEXPLORE – Malam itu begitu cerah untuk menatap sebuah laga sarat gengsi antara Timnas Indonesia melawan Malaysia. Seperti kita ketahui, kedua tim ini bagaikan singa lapar ketika bertemu. Bukan hanya tim sepakbola, namun suporter dari kedua negara juga tak kalah panas jika bertatap muka.

Konflik politik yang terjadi di masa lalu seakan menambah rivalitas kedua suporter semakin panas. Beberapa kali ketika Indonesia dan Malaysia bertemu, di kejuaraan apapun, kedua suporter tak dapat dicegah untuk bentrok. Baik di Indonesia, maupun di Malaysia.

Andritany dan rekan-rekannya sadar akan gengsi kedua tim. Selain itu, malam tersebut merupakan laga pertama yang dijalani kedua tim di kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023. Kemenangan menjadi harga mutlak Indonesia.

Selain karena bertanding di depan ratusan ribu pendukungnya, juga merupakan batu pijakan serta motivasi untuk melangkah ke laga-laga berikutnya. Wajar karena tim garuda berada di grup G Zona Asia.

Grup tersebut juga dilabeli ‘grup neraka’ karena diisi 5 tim yang kekuatannya nyaris merata. 4 tim Asia tenggara, serta 1 tim dari dataran timur tengah. Seperti diketahui, 3 tim selain Indonesia dan Malaysia adalah Vietnam, dan Thailand. Sementara 1 tim lagi adalah Uni Emirat Arab.

Indonesia nyaris tak pernah kalah di kandang ketika bertemu tim Harimau Malaya. Namun dalam beberapa tahun terakhir Malaysia mengalami peningkatan permainan. Mereka tentunya bukan lagi tim yang dengan mudah dikalahkan oleh timnas kita.

Tatapan Optimis Para Pemain Timnas Indonesia

howexplore - Beto-Goncalves-melakukan-selebrasi-usai-mencetak-gol | faktualnews.co

howexplore – Beto-Goncalves-melakukan-selebrasi-usai-mencetak-gol | faktualnews.co

Timnas Indonesia menatap pertandingan kali ini dengan semangat antusias yang tinggi. Laga tersebut adalah pertama kalinya tim garuda merasakan atmosfer kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia usai sanksi hukuman dari FIFA.

Terakhir kali timnas kita berlaga di kualifikasi Piala Dunia adalah 5 tahun lalu, yaitu 2014. Yang menyesakkan lagi, kala itu timnas kita dihajar Bahrain dengan skor yang membuat siapapun warga Indonesia yang mendengarnya bakal histeris, 0-10 untuk kemenangan Bahrain.

Kali ini para pemain Indonesia memasuki gelora Bung Karno dengan raut wajah optimisme. Mereka siap-siap menciptakan pertama di kualifikasi Piala Dunia setelah absen 5 tahun. Ya, 5 tahun adalah waktu yang tak sedikit. Sama dengan 1 periode Presiden Indonesia berkuasa.

Andritany, penjaga gawang yang memperkuat macan kemayoran didapuk sebagai Kapten Timnas Indonesia.  Tribun Gelora Bung Karno penuh sesak para penonton yang didominasi pendukung tuan rumah. Sementara di salah satu tribun, terlihat jelas barisan Ultras Malaya yang terbang dari Kuala Lumpur untuk mendukung tim kesayangannya.

Para ultras tersebut tak mau tenggelam di antara ratusan ribu suporter Merah Putih. Mereka menyanyikan yel-yel untuk menandingi semangat pendukung Timnas Indonesia. Meskipun mereka sadar bahwa suara mereka bakal kalah dengan suara suporter Merah Putih.

Duo Naturalisasi Ujung Tombak Timnas Indonesia

Laga tersebut dipimpin oleh opa Korea Selatan, Ko Hyung Jin. Kedua tim telah bersiap melakukan kick off babak pertama. Tampak 2 pemain naturalisasi di kubu Indonesia, yaitu Alberto Goncalves da Silva asal Brasil, dan Stefano Lilypaly asal Belanda.

Kedua pemain tersebut dipasang sebagai ujung tombak garuda. Keduanya juga pernah sama-sama memperkuat timnas Indonesia di gelaran Asian Games tahun 2018 lalu. Kala itu keduanya menjadi duet maut yang menghasilkan banyak gol ke jala lawan. Kini keduanya kembali diharapkan menjadi tombak tajam untuk merobek gawang Harimau Malaya.

Ko Hyung Jin telah meniup peluit tanda laga telah dimulai. Ya, akhirnya timnas kiat resmi kembali berlaga di kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Yang spesial karena itu dilakukan di depan ratusan ribu suporter fanatik kita. Luar biasa.

Timnas Indonesia mendominasi di awal-awal babak pertama. Beberapa kali Beto cs mampu melakukan manuver berbahaya. Sementara sang harimau terkurung tanpa mampu berbuat apapun. Para suporter Indonesia sempat histeris ketika terjadi sebuah peluang emas.

Stefano Lilypay yang lolos dari jebakan offside berlari kencang dan menusuk area pertahanan Malaysia. Namun sayang, umpannya yang lembut mampu dengan mudah dikuasai oleh pemain lawan. Beto tampak gusar dengan moment tersebut.

Andik Vermansyah di sisi kiri Indonesia beberapa kali mampu mengobrak-abrik sisi kanan pertahanan Malaysia. Namun sang pemain terlihat kesulitan untuk menusuk lebih dalam. Sehingga urung menciptakan peluang berbahaya.

Para suporter Timnas Indonesia perlu waktu bersabar untuk merayakan gol. Indonesia akhirnya mampu meruntuhkan jala Malaysia di menit 11. Berawal dari penetrasi Saddil Ramdani di sisi kiri pertahanan lawan. Sang pemain memberikan umpan terukur yang disambut oleh Beto.

Beto yang berhasil menemukan ruang gerak segera melepaskan tendangan datar ke gawang Malaysia yang gagal diantisipasi oleh sang penjaga gawang. Dan gol. 1-0 untuk Indonesia. Para suporter berteriak. Mungkin tak hanya suporter yang hadir di Gelora Bung Karno.

Namun juga jutaan warga Indonesia yang menyaksikan laga di layar kaca. Di cafe-cafe, di rumah, di pos satpam, di pos-pos ronda kampung yang tersebar di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Teriakan Emosional Sang Pria Brasil Berjersey Merah Putih

Alberto Goncalves da Silva langsung berlari ke arah pojok lapangan. Pria Brasil itu berteriak ke arah suporter Merah Putih, menggenggam tangannya dan melompat ke angkasa sambil meninju langit Gelora Bung Karno yang kemudian mencium lambang garuda di dadanya serta berkali-kali berteriak.

Rekan-rekannya segera menyusulnya. Stefano Lilypaly dan Saddil Ramdani adalah yang pertama merangkul Beto. Beto membalas pelukan Saddil. Saddil Ramdani bermain dengan tensi tinggi sejak babak pertama dimulai. Ia pun tak kalah emosional ketika gol itu terjadi.

Seperti diketahui bahwa Saddil Ramdani baru dipanggil ke Timnas Indonesia menjelang menit-menit akhir. Saddil terbang ke Jakarta untuk menggantikan pemain naturalisasi, Greg Nwokolo yang dicoret karena mengalami cidera sewaktu timnas melakukan laga ujicoba.

Namun Saddil membayar kepercayaan Simon McMenemy dengan sempurna. Sedari awal ia sangat membahayakan area pertahanan Malaysia. Setelah unggul 1 gol, para pemain Indonesia justru sedikit mengendorkan serangan.

Hal tersebut membuat para pemain Harimau Malaya yang dari awal sulit mengembangkan permainan, kini menjadi sedikit leluasa untuk mengimbangi permainan para pemain Timnas Indonesia.

Pelatih Malaysia yang tak puas dengan serangan yang coba dibangun para pemainnya, segera memasukkan seorang pemain naturalisasi yang di plot untuk menyerang dan menebar ketakutan di area pertahanan Indonesia. Yaitu Mohammadou Sumareh.

Akhirnya para pemain Merah Putih harus membayar mahal akibat mengendorkan serangan. Mohammadou Sumareh yang baru saja masuk langsung mencetak gol ke gawang tuan rumah, memanfaatkan kelengahan sisi kanan pertahanan Indonesia yang ditinggalkan Yustinus Pae.

Suporter harimau Malaya langsung bersorak histeris. Mungkin mereka merasa sudah lama tak pernah lagi histeria di Gelora Bung Karno. Andritany, Kapten timnas  berteriak kepada rekan-rekannya memberikan motivasi untuk bangkit dan kembali menebar ketakutan di pertahanan Malaysia.

Sepertinya teriakan Andritany didengarkan oleh rekan-rekannya. Timnas Indonesia kembali mencetak gol keduanya. Berawan dari penetrasi yang dilakukan Andik Vermansyah, yang kemudian menyodorkan bola ke arah Beto yang cukup leluasa.

Beto segera menyambut umpan tersebut dan dengan sentuhan satu dua melepaskan tendangan indah dan terukur ke gawang Malaysia yang tak mampu dibendung sang Kapten Malaysia. Dan Beto kembali melakukan hal yang telah ia lakukan setelah menciptakan gol pertamanya. 2-1 untuk keunggulan Indonesia yang bertahan sampai babak pertama usai.

Melihat permainan yang ditujukan Indonesia di babak pertama, para pendukung optimis Merah Putih akan menuai kemenangan di laga ini. Setidaknya, 1 gol lagi tanpa kebobolan cukup untuk mengakhiri laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2022.

Para Pemain Timnas Indonesia Mulai Kebingungan Membangun Serangan

Pada babak kedua, para pemain Indonesia memasuki lapangan kembali dengan optimisme maksimal. Mereka kemudian memperlihatkan hal itu dengan kembali mendominasi laga di awal babak kedua. Tambahan gol seakan hanya menunggu waktu saja.

Namun pada pertengahan babak kedua, para pemain Timnas Indonesia justru mengendorkan serangan. Mereka seakan kehilangan banyak energi untuk tetap tampil dominan. Sebaliknya, Harimau Malaya mulai memperlihatkan taringnya.

Beberapa kali mereka menciptakan moment berbahaya di area pertahanan timnas kita. Tapi mampu digagalkan Yustinus Pae. Yustinus Pae seperti mencoba membayar kesalahan yang ia lakukan di babak pertama dengan tampil lebih lugas di babak kedua.

Para Malaysia akhirnya menemukan celah di sisi kiri pertahanan Indonesia. Berawal dari sepak pojok, bola yang nyaris ditangkap oleh Andritany justru dibuang oleh Lilypaly. Hanya saja ia tidak sempurna ketika membuang bola. Ya, manusia memang bukan tempatnya kesempurnaan.

Namun tendangan Lilypaly terlalu jauh dari kata sempurna sehingga menciptakan kemelut di depan gawang Merah Putih. Dan ketidaksempurnaan itu harus dibayar dengan gol oleh Syafiq Ahmad melalui tandukan kepala yang mulus ke arah gawang Timnas Indonesia.

Drama Lain Tercipta Di Tengah Babak Kedua

Skor 2-2 terlihat membuat Indonesia panik. Namun ada drama lain yang terjadi di tribun suporter dimana beberapa oknum pendukung Merah Putih mencoba mendekati tribun Ultras Malaya. Aparat Kepolisian dengan sigap segera menahan dan meredakan drama yang tidak mengenakkan bagi kedua kubu tersebut.

Bukan hanya para ultras, pemain, staff pelatih Malaysia saja yang tak suka dengan moment tersebut. Namun Staff pelatih dan pemain Indonesia terlihat tak nyaman dengan itu. Beberapa pemain seperti Andritany dan Hansamu Yama terlihat ikut membantu meredakan kemarahan beberapa suporter itu.

Lebih mengharukan lagi ketika mayoritas suporter Indonesia yang berada di dalam stadion Geloran Bung Karno ramai-ramai berteriak ‘kampungan, kampungan, kampungan,’ tanda kecewa dengan perilaku oknum suporter kampungan itu.

Pertandingan sempat dihentikan 10 menit karena insiden kampungan tersebut. Sebuah moment yang seharusnya tidak diperlukan untuk timnas Indonesia. Apa sih sebenarnya yang diinginkan oknum suporter tersebut? Hukuman FIFA kepada Indonesia?

Ya, kita akan menunggu kabar dari FIFA yang merespon kejadian itu. Siap-siap saja Indonesia diberi sanksi berlaga di kandang tanpa penonton. Dan tentu saja itu merugikan, bahkan sangat-sangat merugikan Timnas Indonesia.

Jika sampai Indonesia diberi sanksi bertanding tanpa penonton, maka tentu saja para pemain akan kecewa berlaga di tempat yang biasanya disesaki ratusan ribu orang yang mendukung mereka. Namun kali ini harus berlaga dengan kesepian.

Apalagi, lawan kita nanti bisa dikatakan lebih kuat daripada Malaysia, yaitu Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab. Para rival kita di Asia Tenggara sangat takut dan cemas jika berlaga di Indonesia, karena fanatisme suporter dan dukungan yang massif di stadion. Hal itu membuat kondisi psikologis lawan seringkali terganggu.

Namun jika kita mendapatkan sanksi, maka mereka akan sangat bahagia berlaga di tempat yang biasanya mengerikan, tapi kini sepi. Sepi, seperti prestasi timnas senior kita, Indonesia yang sepi. Entah sampai kapan kesepian ini berakhir. Kita rindu dahaga prestasi timnas senior yang pernah mampir di negara kita.

Kembali ke pertandingan, kebobolan gol untuk yang kedua kalinya tidak membuat para pemain lebih bermain menyerang. Mereka seperti kebingungan untuk melakukan serangan. Lini tengah kita kosong melompong seperti kekurangan pemain.

Sebaliknya, Malaysia terlihat lebih bersemangat setelah memasukkan gol kedua ke gawang tuan rumah. Dan apa yang ditakutkan terjadi. Mohammadou Sumareh, pemain yang mencetak gol pertama Malaysia, menutup laga dengan mencetak gol ketiga sekaligus terakhir Malaysia untuk mengunci kemenangan. Tepat beberapa detik menjelang babak kedua usai. 2-3 untuk kemenangan Harimau Malaya.