Parodi Kegagalan Tragis Liverpool Menjuarai Liga Inggris
howexplore - Sebuah Parodi Kegagalan Tragis Liverpool Menjuarai Liga Inggris | thejournal.ie
howexplore - Parodi Kegagalan Tragis Liverpool Menjuarai Liga Inggris | thejournal.ie

HOWEXPLORE – Liverpool secara tragis gagal menjuarai Liga Inggris setelah rivalnya, Man City membantai tuan rumah Brighton and Hove Albion dengan skor 1-4. Meskipun di pertandingan akhir Liverpool mampu mencetak kemenangan atas tamunya, para serigala Wolverhampton, namun tetap saja perolehan point mereka tidak dapat mengungguli perolehan point Manchester biru.

Bertanding di depan pendukung sendiri, Liverpool bertekad mengakhiri liga dengan sebuah kemenangan. Mereka tidak lagi mempedulikan dapat meraih gelar juara maupun tidak. Toh meskipun gagal menjuarai Liga Inggris, Liverpool masih berpeluang meraih satu trofi, yaitu Liga Champion Eropa. Bahkan trofi tersebut lebih mentereng karena levelnya adalah kejuaraan Benua. Sedangkan Liga Inggris hanya terbatas diikuti tim tim asal kerajaan Inggris.

Para pemain Liverpool memasuki Stadion Anfield dengan ekspresi pasrah. Pasrah dengan takdir Tuhan di malam itu. Apabila ditakdirkan juara, maka mereka akan bersyukur. Apabila tidak ditakdirkan juara, mereka pun tetap bersyukur karena menjadi runner up di kompetisi terbaik dunia. Bukan runner up di Liga 1 Kepulauan Kiribati atau runner up di Liga Sultan Uganda.

Andaikan memang ditakdirkan jadi runner up pun The Reds tetaplah bersyukur karena tidak berada di peringkat 6 klasemen akhir liga Inggris seperti The Reds yang satunya. Itu lho the reds yang ada setannya, yang katanya paling jago main bola tapi musim ini melempem. Bisa jadi karena ini bulan Ramadhan sehingga setannya dibelenggu.

Kembali ke Liverpool. Pada laga terakhir, The Reds bertemu lawan yang tidak sembarangan, yaitu Wolverhampton Wanderers. Sebuah tim yang dijuluki The Wolves atau serigala. Julukan yang membuat bulu kuduk pemain manapun bakal merinding. Sang serigala Wolverhampton mempunyai reputasi mentereng musim ini sebagai tim pembunuh raksasa.

The Reds sendiri pernah merasakan kengerian dicabik cabik serigala Wolverhampton tatkala kedua tim bertemu di Piala FA. Kala itu The Reds dicabik cabik sang serigala hingga tak mampu melanjutkan keikutsertaannya di Piala FA. Tim besar lain yang pernah merasakan trauma keganasan serigala Wolverhampton adalah the reds lain yang ada setannya alias Manchester United. Saat itu sang setan dimakan hidup hidup oleh para serigala hingga menyerah tanpa syarat di Piala FA.

Kembali ke Liverpool. Sebelum melakukan pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers, para pemain The Reds melakukan ritual seperti biasa. Sadio Mane terlihat berdoa dengan khusyuk agar dapat menaklukan sang serigala. Kick off babak pertama pun dimulai. Pada menit ke 17, Alexander Arnould, pemain yang merupakan cucu dari penemu telepon, Alexander Graham Bell, melakukan serangan berbahaya dari sayap kanan.

Ketika melihat posisi Sadio Mane berdiri bebas lepas, Alexander Arnould pun segera melepas umpan. Sadio Mane yang berdiri bebas segera mengeksekusinya dengan sebuah tendangan yang langsung masuk ke gawang sang serigala. Para pendukung tuan rumah sempat girang karena informasi dari radio mengatakan bahwa Man City tertinggal satu gol atas tamunya, Brighton and Hove Albion.

Para pendukung Liverpool pun berteriak “kita juara, kita juara”. Mereka saling berpelukan satu sama lain. Beberapa suporter terlihat menangis haru karena Man City tertinggal. Di bar bar kota Liverpool, para pendukung berpesta pora menyambut hasil hasil tersebut. Beberapa orang bahkan rela mentraktir seluruh bar untuk merayakan pesta juara yang telah diambang mata tersebut. Namun mereka lupa bahwa kedua laga itu belum berakhir. Tapi para suporter tak peduli, mereka terus berpesta pora dan bersorak sorai.

Kembali ke pertandingan, Melihat para pendukung bersorak sorai bagaikan telah menggenggam juara, para pemain The Reds pun tambah bersemangat dan meningkatkan permainan. Pada menit ke 24, bek kiri tuan rumah, Robertson melakukan sebuah tendangan super keras dari luar kotak pinalti. Namun tendangan itu mampu digagalkan oleh penjaga gawang Wolverhampton Wanderers yang juga sahabat karib spongebob, yaitu Patricio.

Kapten The Reds, Jordan Henderson pun berteriak kepada Robertson. “Woy, gimana son? Ah dasar sontoloyo”. Tak terima dimaki sontoloyo, Robertson pun membalas, “kau juga sontoloyo”. James Milner yang melihat kedua rekannya bertengkar segera meredam situasi. “Sudah sudah, kalian berdua sama sama sontoloyo, tak usah bertengkar,” ucap Milner seperti dilansir Hoaxeksplore. Mereka pun kembali akur dan melanjutkan pertandingan.

Pada menit menit akhir babak pertama, Liverpool dibuat tegang setelah salah satu serigala Wolverhampton, yaitu Doherty nyaris menyamakan skor. Tapi sayang tendangan Doherty hanya mencipok mistar gawang tuan rumah. Babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0 atas keunggulan tuan tanah.

Pada saat jeda pertandingan, para pendukung Liverpool yang tadinya berpesta pora dan bersorak sorai terlihat tertunduk lesu. Ternyata hal itu disebabkan informasi bahwa Man City telah membalikkan keadaan di babak pertama menjadi 2-1 atas Brighton and Hove Albion. Para pendukung The Reds pun baru sadar bahwa pesta yang mereka lakukan masih terlalu dini. Bar bar di penjuru kota Liverpool yang tadinya ramai, kini terlihat dipenuhi muka muka murung.

Para pentraktir di bar pun kecewa dan menyesal telah mentraktir seluruh pengunjung bar untuk berpesta atas juaranya Liverpool padahal kepastian juara belum didapat. Leher mereka pun dipenuhi koyo. Pelabuhan Liverpool hari itu tak seramai biasanya. Kapal kapal enggan berlabuh karena khawatir para hooligans Liverpool yang kecewa karena timnya gagal meraih juara akan membuat kerusuhan.

Kembali ke pertandingan. Para pemain Liverpool tak peduli dengan informasi keunggulan Man City atas lawannya. Pemain The Reds tetap akan menyelesaikan laga dengan penuh semangat bagaikan sebuah tim juara sejati. Dan di babak kedua, Liverpool melengkapi kemenangannya dengan gol kedua dari pemain religius Sadio Mane melalui sundulan kepalanya. Lagi lagi gol itu terjadi setelah sang pemain mendapat umpan dari cucu Alexander Graham Bell, yaitu Alexander Arnould.

The Reds bahkan nyaris mencetak gol ketiga lewat kepala Van Dijk, pemain yang merupakan cucu dari Jenderal De Jonge yang menangkap Pangeran Diponegoro. Tapi sayangnya sundulan Van Dijk masih melebar tipis di atas gawang Patricio. Laga akhirnya berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Liverpool.

Para suporter Liverpool seketika menangis tersedu sedu. Menangis karena mendapat kabar bahwa Man City mengakhiri pertandingan dengan skor mencolok 4-1 atas satu satunya tim yang terdapat “and” di tengahnya, yaitu Brighton and Hove Albion. Liverpool pun gagal untuk buka puasa gelar. Rupanya senja kegagalan dalam meraih gelar Premiership masih cukup panjang bagi mereka.

Para pemain Liverpool berlapang dada denga hasil tersebut. Bagaimanapun mereka telah berusaha maksimal untuk meraih trofi Liga Inggris. Kegagalan bukan lah sebuah aib karena ada upaya untuk meraihnya. Aib adalah apabila tidak ada upaya untuk meraih gelar dan berakhir di peringkat 6. Aib adalah punya harga transfer jutaan dolar tapi tak ada upaya menghasilkan kemenangan.

Namun para pemain Liverpool bukanlah tipe pemain yang semacam itu. Mereka ada yang didapat secara gratis, tapi bermain maksimal tiap dipercaya turun ke lapangan. Para pemain Liverpool pun mendekati para suporternya dan mencoba untuk menghibur mereka. Para pemain The Reds melakukan applause panjang yang dibalas oleh para suporter setianya. Tentunya tidak dibalas dengan dusta.

Pelatih The Reds, Jurgen Klopp memberikan senyuman manisnya kepada seluruh penghuni Anfield. Senyum yang menyimbolkan semangat untuk memperbaiki prestasi mereka di musim depan. Tetap semangat Liverpool, tegakkan kepalamu.

Liverpool : Allison Bakeri, Robertsontoloyo, Cucu jenderal De Jonge, Hidup segan Matip tak mau, Cucu Alexander Graham Bell, Giorgio Wijnaldum dadidum, Jordan Hendersontoloyo II, Sadi Mane, Divock Nusantara Origi, Mo Salah di mata cewek.

Wolverhampton Wanderers : Teman Spongebob, Ryan Jombang Bennet, Conor Coady, Willy Boly Voly, Mamat Doherty, Lendir Dongkrak, Ruben Neves yang selalu berneves panjang, Joao Moutinho keopanakan Mourinho, Jonny Oli Castro, Raul Jimenezkah kau berada kini, Diogo game Jota.