Paulina Vega, Mantan Miss Universe Yang Tak Takut Dikatakan Gemuk
howexplore - Paulina Vega, Mantan Miss Universe Yang Tak Takut Dikatakan Gemuk | elnoti.com

HOWEXPLORE – Apakah kamu masih ingat dengan Paulina Vega? Ya, beliau adalah perempuan yang memenangkan kejuaraan Miss Universe di tahun 2014 Masehi. Setelah kemenangannya di Miss Universe 2014, Paulina Vega menjadi salah satu wanita yang populer di muka bumi tahun 2014 hingga pertengahan 2015. Tapi setelah tahun 2015, dirinya menghilang bagaikan ditelan lumba lumba, karena Bumi sudah tak sanggup menelannya.

Saking lamanya menghilang, ia pun dijuluki “Paulina cinta yang hilang” merujuk judul salah satu sinetron yang populer di daratan Amerika Latin. Baru baru ini Paulina kembali muncul setelah ia rajin menulis pengalaman hidup yang dialaminya dalam blog pribadinya. Paulina mengaku bahwa kemenangannya di Miss Universe seperti sebuah dongeng. Namun bukan “sebuah dongeng blogspot.com” yang menjadi nama pena seorang penerjemah film film bajakan yang terkenal itu.

Paulina mengatakan bahwa dirinya sudah bahagia sekali dapat menjadi Miss Universe di Colombia, sebuah negara di kawasan Amerika Latin yang bertetangga dengan negaranya Lionel Messi, seorang pemain sepakbola yang pernah mencetak dua gol kren ke gawang tim papan tengah Inggris bernama Liverpool. Kembali ke kisah Paulina, dirinya menjadi juara Miss Colombia pada tahun 2013 setelah menyingkirkan finalis lainnya, Carmen Lucia Aldana Roldhan dari Valle City.

Paulina Vega saat itu mewakili Atlantico City. Ketika itu para juri bingung memutuskan siapa yang menang karena keduanya sama sama cantik, jenius, dan rajin menabung. Akhirnya Paulina Vega pun ditunjuk sebagai pemenang karena punya kelebihan sebagai MC dan Host. Paulina Vega bahkan cukup berpengalaman sebagai host di acara “Bukan Empat Mata” bersama Mr Tukul. Bukan Empat Mata merupakan reality show yang pernah populer di negara +62.

Paulina Vega memenangkan Miss Colombia, baik di quick count maupun real count oleh juri yang tergabung dalam KPU (Komisi Pemilihan Universe) cabang Colombia. Paulina Vega mengaku deg deg an menjelang pengumuman kemenangan itu oleh juri. Ia terlihat bergandengan tangan dengan rivalnya, Carmen Lucia Aldana.

Pada saat diumumkan sebagai pemenang, ia pun segera mendapat pelukan palsu dari Carmen Lucia Aldana yang sebenarnya kecewa karena kalah dari Paulina tapi tak enak kalau tidak memeluk karena disorot kamera televisi yang disiarkan secara langsung di seluruh Negara Kesatuan Colombia. Carmen Lucia Aldana juga terlihat menangis haru dengan kemenangan Paulina Vega, karena ia sudah dilatih cara menangis haru sebelum berangkat ke final.

Oleh karena itu wajar kalau pelukan dan tangisan Carmen Lucia Aldana kepada Paulina Vega terlihat sangat begitu natural. Paulina Vega pun cukup lihai seolah olah merasa gak enak dengan Carmen Lucia Aldana, padahal bahagia banget bisa menyingkirkannya. Atas kemenangannya sebagai Miss Colombia, Paulina berhak mewakili negaranya di Miss Universe yang diselenggarakan tahun 2014.

Paulina secara mengejutkan memenangkan Miss Universe 2014. Pintu rejekinya pun terbuka lebar lebar setelah kemenangannya di panggung Miss Universe. Paulina bisa travelling gratis kemana mana, menginap di hotel mewah level atas di berbagai penjuru dunia, mendapat senyam senyum manis dari para pelayan dengan bau badan semerbak wangi, bertemu orang orang besar dari berbagai negara, termasuk negara berflower +62. Paulina diperlakukan bagaikan ratu dimana saja ia berada.

Tapi untungnya Paulina bukan warga negara +62 sehingga tidak secara lebay menulis status “my trip my adventure”. Serta tidak juga memposting foto di story akun instagramnya dengan bubuhan caption “bahagia itu sederhana” seperti layaknya penduduk di negara dunia ketiga. Dalam blog pribadinya tersebut, Paulina Vega juga menceritakan kisah hidupnya setelah tak lagi menyandang status jomblo. Enggak, maksud kami adalah setelah ia tak lagi menyandang status sebagai Miss Universe.

Setelah kontraknya sebagai Miss Universe selesai, Paulina Vega pun mengisi hidupnya dengan banyak kesibukan. Paulina juga sempat menjadi sales di Colombia Elektronika dan Furniture, sebuah perusahaan yang menjual barang barang elektronik dan mebel. Dengan jualan mebel, Paulina berharap menjadi Walikota dan kemudian Presiden Colombia suatu hari nanti.

Selain menjadi sales, Paulina juga memiliki kesibukan lain sebagai model. Nah disinilah ia mendapat pengalaman yang tak begitu menyenangkan. Paulina dikontrak salah satu agensi ternama dari negara yang oleh karena suatu hal tidak dapat kami sebutkan disini. Konon negara tersebut saat ini diperintah oleh tokoh disney bernama Donald Trump. 3 bulan pasca teken kontrak, Paulina kembali ke agensi untuk cek bentuk tubuh.

Paulina mengatakan bahwa berat badannya saat itu naik satu kilo. Ternyata, meski naiknya Cuma satu kilo, itu cukup menjadi masalah oleh agensi tersebut. Karena hanya satu kilo kenaikan itu, Paulina tidak tergolong sebagai model catwalk atau majalah. Oleh agensi itu Paulina diklasifikasikan sebagai model plus size. Plus Size adalah istilah yang lebih sopan di dunia modeling untuk “gemuk’.

Paulina pun shock dengan klasifikasi tersebut, padahal dirinya sudah bekerja keras untuk tidak bertambah berat badan secara ekstrem. Paulina telah mengurangi konsumsi makanan berat seperti burger dan arem arem demi berat badan tetap ideal. Paulina tambah bingung karena ukuran bajunya masih “S” tapi diklasifikasikan sebagi gemuk.

Meski divonis gemuk, Paulina sama sekali tidak tersinggung. Mantan Miss Universe tersebut tetap bangga menjadi dirinya sendiri. Hal ini perlu menjadi pembelajaran bagi warga negara yang lain bahwa gemuk bukanlah kiamat. Gemuk bukanlah sesuatu yang perlu ditangisi. Menjadi gemuk bisa jadi adalah simbol kemakmuran dan kebanggaan. Tak perlu marah marah bila dikatakan gemuk, apalagi sampai menceraikan pasangan.

Maradona juga gemuk, dan beliau bisa menjadi pesepakbola yang punya banyak prestasi di dunia. Melissa McCarthy adalah perempuan yang gemuk, namun beliau merupakan salah satu aktris terbaik di muka bumi, bahkan belum lama ini memperoleh nominasi sebagai best actress di Academy Award 2019. Gabriel Iglesias gemuk dan bisa menjadi seorang stand up comedian sukses saat ini. Jadi, gemuk bukanlah halangan untuk mengejar prestasi.

Kembali ke kisah Paulina Vega. Setelah pengalaman pahitnya bertemu agensi model dari negerinya Donald Trump tersebut, Paulina tak kapok untuk kembali menjajal dunia modeling. Tapi Paulina menjadi lebih ketat dan selektif dalam memilih agensi yang akan mengajaknya bekerja sama, apalagi yang mengajaknya ke pelaminan.

Mantan Miss Universe tersebut tak akan bekerja sama dengan agensi modeling yang terlalu memikirkan berat badan, karena bagi Paulina, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mengendorse produk produk tertentu di media sosial instagramnya, karena baginya menjadi endorse suatu produk di media sosia jauh lebih baik daripada postingan ujaran kebencian, atau membahas politik.

Apa yang kamu pikirkan setelah membaca kisah Miss Universe Paulina Vega? Terinspirasi untuk terus berkarya, tak peduli dirimu kurus atau gemuk. Apabila dirimu cantik dan cerdas, dirimu juga bisa menjadi Miss Universe, asalkan kamu perempuan. Kalau kami, terinspirasi untuk terus menulis di blog.