Real Madrid Pecahkan Rekor Yang Bertahan 9 Tahun Terakhir
howexplore - Real Madrid resmi tersingkir dari arena Liga Champions setelah mengalami kekalahan atas wakil Belanda, Ajak Amsterdam, Penulis menilai bahwa Real Madrid sedang jenuh | foto : gilabola.com
howexplore - Real Madrid resmi tersingkir dari arena Liga Champions setelah mengalami kekalahan atas wakil Belanda, Ajak Amsterdam, Penulis menilai bahwa Real Madrid sedang jenuh | foto : gilabola.com

HOWEXPLORE – Real Madrid resmi tersingkir dari arena Liga Champions setelah mengalami kekalahan atas wakil Belanda, Ajak Amsterdam pada Rabu 6/03/19 dini hari WIB. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu (Stadion tempat Barcelona latih tanding) tersebut, wakil Spanyol itu kalah dengan skor 1-4. Hal itu tentu saja sangat mengejutkan karena penulis memprediksi Real Madrid bakal kalah dengan skor 0-5.

Namun alih alih dapat mencetak 5 gol, Ajak hanya mampu membuat 4 gol di laga tersebut, dan kecolongan satu gol dari lawannya. Musim ini klub yang tahun lalu menjadi jagoan di Spanyol dan Eropa karena mengawinkan trofi La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa ini sulit untuk mencetak gol karena ditinggal Cristiano Ronaldo ke Juventus. Maka amat mengejutkan ketika di laga melawan Ajak Amsterdam, mereka mampu menciptakan gol dan satu satunya gol ini merupakan prestasi untuk menutup laga Eropa Real Madrid musim ini.

Penulis menilai bahwa Real Madrid sedang jenuh. Mereka selama 3 musim berturut turut menjuarai Liga Champions Eropa di bawah kepelatihan Zinedine Zizou Zidane. Dalam 3 musim tersebut, mereka telah merasakan nikmat duniawi sebagai tim yang selalu memenangi trofi.  Para pemainnya pun larut dengan gelimang popularitas dan harta. Maka di musim ini mereka ingin mencoba merasakan rasanya menjadi tim yang kalah, ingin pula merasakan menjadi tim yang kalah dengan skor besar, ingin mengasah kepekaan menjadi tim medioker yang selalu diliputi kekalahan.

Tak hanya di Eropa, di kompetisi domestik pun Real Madrid juga ingin merasakan hal yang serupa. Maka wajar apabila di Coppa del, Rey Madrid sempat mengalah kepada Leganes dengan skor 0-1. Mereka kala itu ingin menyenangkan Leganes, agar Leganes merasakan nikmatnya mengalahkan tim yang 3 musim berturut turut menjuarai kompetisi tertinggi di Eropa. Toh Real Madrid tetap lolos ke babak berikutnya. Ya meskipun di babak berikutnya, mereka kalah atas Barcelona.

Apa yang dilakukan Los Blancos merupakan sebuah hal yang patut dipuji karena berusaha menyenangkan tim yang sulit untuk menang. Apa yang dilakukan Madrid, sudah dilakukan oleh tim liga Inggris Manchester United yang dalam 5 musim terakhir mencoba merasakan derita menjadi tim medioker. Pasca ditinggal Sir Alex Ferguson, Manchester United mencoba mengurangi kesombongan sebagai tim terbaik dunia dengan rutin memberi sodakoh poin kepada lawan lawannya, baik dengan hasil imbang maupun dengan kekalahan.

Dengan demikian Manchester United tetaplah tim terbaik dunia karena berlimpah trofi dan rutin bersodakoh poin kepada lawan lawannya. Patut ditunggu apakah musim depan Real Madrid masih ingin mencoba welas asih dengan tetap menjadi medioker atau kembali menjadi tim yang selalu menang.