Son, Tottenham Menang Son
howexplore - Son, Tottenham Menang Son assets4.sportsnet.ca
howexplore - Son, Tottenham Menang Son assets4.sportsnet.ca

HOWEXPLORE – Tottenham Hotspur secara mantab sukses mengalahkan kembaran Manchester United dengan skor tipis 1-0 dalam laga derby Inggris di leg pertama babak perempatfinal Liga Champion Eropa. Gol Tottenham diciptakan oleh opa opa Korea Selatan, Son Heung Min. Gol tersebut membuat Son bahagia serta tidak menyesali keputusannya pensiun dini sebagai anggota boyband honorer demi serius berkarier sebagai pemain sepakbola profesional.

Kemenangan tersebut sekaligus sebagai pesta launching stadion baru The Lilywhites, Tottenham Hotspur Stadion. Sebelum stadion baru ini selesai dibangun, Tottenham Hotspur minjem tempat di Stadion Wembley untuk menggelar partai kandang. Tapi sayang, terkadang main di Wembley membuat Tottenham membley. Semoga dengan memanfaatkan stadion baru, The Lilywhites lebih sering mengemas kemenangan.

Tottenham memulai laga dengan syulit. Ketika pertandingan baru berjalan 13 menit, wasit memberi hukuman pinalti karena pemain belakang Tottenham yang juga bekerja sampingan sebagai penjual tepung beras rose brand, Danny Rose melakukan handball di kotak pinalti. Ya wajar kalau wasit langsung menunjuk titik putih, karena menunjuk titik puspa adalah gak sopan, sebab beliau adalah penyanyi legendaris.

Danny Rose pun tampak menyesal setelah dirinya sadar melakukan handball di kotak pinalti. Handball di kotak pinalti tuh bagaikan sodaqoh di kotak amal. Yaitu Sodaqoh gol kepada lawan. Namun Tottenham sedang dikaruniai keberuntungan karena pemain Manchester City asal Argentina, Sergio Aguero gagal memanfaatkan sodaqoh tersebut sebab dengan cerdas dan cermat mampu di tepis dengan gemilang oleh Hugo Lloris.

Danny Rose pun terlihat bahagia setelah menyaksikan rekannya mampu menaklukan tendangan pinalti Sergio Aguero. Danny Rose pun berlari mendekat ke arah Hugo Lloris dan mengucapkan terima kasih atas jasa Lloris, dirinya tidak jadi di bully suporter Tottenham. Kemudian Ia pun berjanji tidak melakukannya.

Danny Rose membuktikan janji nya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Terbukti di sisa laga, Ia bermain gemilang sebagai bek kiri Tottenham. Berkali kali Ia mampu mematahkan serangan serangan yang dibangun para pemain Manchester City. Rose juga tak lagi melakukan handball di kotak pinalti sendiri maupun kotak pinalti lawan. Apalagi memakai jersey kotak kotak yang identik dengan pakaian pendukung Gubernur di suatu negara berkembang.

Namun Danny Rose sedih karena pada babak kedua, kawan karibnya, yaitu Harry Kane mengalami cidera. Ia khawatir Tottenham tak mampu mengalahkan Manchester City, mengingat Harry Kane adalah satu satunya pemain The Lilywhites yang dianggap paling berbahaya oleh lawan lawannya. Harry Kane ditandu keluar lapangan dengan ekspresi meringis kesakitan. Rose pun dengan tatapan kosong hanya dapat pasrah menyaksikan rekannya itu keluar lapangan.

Rose sepertinya lupa bahwa di tim nya terdapat opa opa ajaib yang berasal dari negara di selatan rumahnya Kim Jong Un, yaitu Son Heung Min. Setelah Harry Kane keluar, Son Heung Min justru bermain di atas performa. Pada menit 71, Son dengan ciamik berhasil menipu Fabian Delph dan menyarangakn gol ke gawang Ederson Moraes.

Son Heung Min pun langsung berlari ke sudut stadion dan merayakan gol nya dengan berjoged ala ala boyband Myanmar. Mungkin Son kangen dengan masa masa ketika masih menjadi personil boyband. Danny Rose pun berlari ke arah Son Heung Min dan tak sadar ikut berjoged ria dengan senang hati. Tak lupa pendukung Tottenham pun merespon dengan menyanyikan lagu SMASH, sebuah grup boyband asal Kepulauan Fiji.

Danny Rose pun membisiki kuping Son Heung Min, “bang, gimana kalau kita bikin boyband, kayaknya asiq nih.” Son Heung Min pun dengan senyum teduhnya mengangguk angguk tanda setuju. Son berharap Danny Rose bisa jadi penyanyi boyband sukses seperti Snopdog atau Bob Marley. Kembali ke pertandingan, gol yang dilesakkan Son akhirnya menjadi satu satunya gol yang tercipta di laga leg pertama babak perempatfinal antara Tottenham Hotspur melawan Manchester City.

Tottenham Hotspur sukses mempersembahkan kemenangan kepada suporternya di lapangan barunya. Tapi The Lilywhites tak larut dalam euforia kemenangan. Sebab, masih ada 90 menit waktu pertandingan di leg kedua yang diselenggarakan di Emirates Stadium, kandang Manchester City. Tentu saja laga itu gak mudah bagi Tottenham. Tapi Tottenham hanya butuh hasil seri untuk menapak semifinal pertamanya di Liga Champion Eropa.

Tapi sekalipun kalah, Tottenham masih bisa lolos asalkan kalahnya 1-2, atau 2-3, atau 3-4, atau 4-5, atau 5-6, atau 6-7, atau 7-8, atau 8-9, atau 9-10, atau 10-11. Hmm, semoga Tottenham berhasil mengalahkan The Citizens di laga leg kedua nanti. Dan semoga cidera yang dialami oleh Harry Kane tidak terlalu parah. Karena apabila Kane absen di laga leg kedua nanti, maka misi The Lilywhites untuk menapak kaki di semifinal untuk pertama kalinya bakal syulit syekali.