Spider-Man Keluar Dari MCU Setelah Kemesraan SONY Dan Disney Berakhir
howexplore - Spider-Man Keluar Dari MCU Setelah Kemesraan SONY Dan Disney Berakhir | twimg.com
howexplore - Spider-Man Keluar Dari MCU Setelah Kemesraan SONY Dan Disney Berakhir | twimg.com

HOWEXPLORE – Pada tahun 2015 lalu para penikmat superhero, terutama fans Marvel Cinematic Universe dikejutkan dengan kabar gembira. Kabar itu tak lain adalah bergabungnya Spider-Man ke dalam Marvel Cinematic Universe (MCU).

Informasi bergabungnya Spidey ke Marvel Cinematic Universe berkembang beriringan dengan kesepakatan kerjasama antara SONY sebagai satu-satunya pemilik sah Spider-Man sebelumnya, dan Disney selaku rumah produksi yang menaungi Marvel Film.

Harapan Fans Saat Spider-Man Di Bawah Marvel Studio

Saat itu para penggemar film superhero memiliki harapan yang jauh bahwa di tangan Disney dan Marvel Studio, Spidey menjadi lebih baik lagi dibanding 2 film terakhirnya yang dibintangi Andrew Garfield. Hal yang sangat wajar karena 2 film tersebut dinilai kurang greget jika dibandingkan versi trilogi Sam Raimi yang dibintangi Tobey Maguire.

Namun pada Selasa 20 Agustus 2019, produser Marvel Film, Kevin Feige mengatakan bahwa Spidey tak akan ada lagi di Marvel Film setelah sekuelnya, “Spider-Man: Far From Home” tayang. Feige mengungkapkan hal itu setelah tidak adanya kesepakatan pembagian keuntungan antara SONY dan Disney.

2 Film Spider-Man Selanjutnya Tak Lagi melibatkan Kevin Feige

Dengan adanya pemutusan kerjasama antara SONY dan Disney. Maka 2 film Spider-Man yang akan datang tidak akan lagi melibatkan Kevin Feige selaku pimpinan kreatif. Namun meski demikian, sutradara Jon Watts dan aktor Tom Holland masih terlibat dalam project tersebut. Kecuali ada perombakan besar-besaran yang melibatkan orang-orang di balik layar.

Sengketa antara kedua kubu itu diawali dengan keinginan Disney untuk membiayai film-film Spider-Man di masa depan. Sehingga posisi kemitraan dengan SONY menjadi 50/50. Selain itu Disney juga mendiskusikan tentang potensi untuk memperluas kerjasama. Dengan memproduksi film mengenai karakter lain di dunia Spidey.

Namun keinginan Disney tersebut ditolak oleh SONY. Pihak SONY tidak menginginkan adanya perubahan dari kesepakatan awal kedua kubu. Pada kesepakatan awal, Marvel Studio hanya memperoleh 5% dari pendapatan kotor. Tapi Disney bersikeras untuk melakukan kesepakatan baru yang lebih menguntungkan kedua pihak.

SONY Telah Melakukan Kesalahan Besar Jika Spider-Man Keluar Dari MCU

howexplore - Spider-Man Homeless | gizmodo.co.uk

howexplore – Spider-Man Homeless | gizmodo.co.uk

Jika Spider-Man benar-benar keluar dari Marvel Cinematic Universe, maka SONY telah melakukan sebuah kesalahan besar. Kesuksesan Spider-Man: Homecoming bukanlah karena kinerja eksekutif SONY, Tom Rothman dan Tony Vinciquerra. Namun karena kerja keras Kevin Feige dan para staffnya yang telah membawa Spidey ke Marvel Cinematic Universe.

Spidey bahkan telah menjadi salah satu karakter penting di The Avengers. Kesuksesan Homecoming diikuti oleh sekuelnya, Far From Home dan menjadi film Spidey terlaris sepanjang masa. Kesuksesan tersebut membuktikan tangan dingin Kevin Feige  selaku produser kreatif.

Mengeluarkan Spidey dari Marvel Cinematic Universe sama halnya dengan terbunuhnya Iron Man di tangan Thanos. Para fans dari superhero laba-laba tersebut ragu dengan kreatifitas SONY dalam menangani film Spidey berikutnya, tanpa adanya campur tangan Feige yang diberikan karunia oleh Tuhan kreatifitas untuk mengolah produksi film superhero.

Dengan berakhirnya kerjasama antara SONY dan Disney, berarti tidak akan ada karakter dalam dunia Spider-Man yang muncul di Marvel Cinematic Universe. Sebelumnya, sempat ada wacana kehadiran Venom di Marvel Cinematic Universe. Tapi, potensi tersebut sepertinya tinggal wacana.

Pihak SONY belum memberikan klarifikasi secara resmi berakhirnya kerjasama mereka dengan Disney. Salah seorang sumber yang tak tak mau disebut namanya mengatakan bahwa kedua pihak masih berusaha mencari jalan tengah. Jadi, masih ada harapan kedua kubu akan tetap bekerjasama.