Stefano Sensi Direkrut Inter Milan, Antonio Conte Berharap Doi Gak Sensian
howexplore - Stefano Sensi Direkrut Inter Milan, Antonio Conte Berharap Doi Gak Sensian | clubcall.com
howexplore - Stefano Sensi Direkrut Inter Milan, Antonio Conte Berharap Doi Gak Sensian | clubcall.com

HOWEXPLORE – Inter Milan sedang berbungah bungah karena berhasil mendapatkan pinjaman pemain dari tim papan tengah Liga Italia Serie A, Sassuolo. Meskipun demikian, Inter Milan perlu hati hati dengan pemain pinjamannya tersebut. Hal itu disebabkan sang pemain orang yang mudah tersinggung dan ngambekan. Pemain itu bernama Stefano Sensi.

Inter Milan pun berterima kasih kepada Sassuolo karena dengan senang hati telah meminjamkan pemainnya. Apalagi pemain tersebut sangat bagus. Namun Sassuolo mengingatkan Nerazzurri untuk mengembalikan sang pemain yang dipinjam apabila sudah selesai dipakai. Sassuolo bersikap demikian karena trauma di masa lalu sering meminjamkan pemain ke klub lain tapi tak pernah dikembalikan.

Ketika pihak Sassuolo meminta klub yang dipinjami pemain untuk mengembalikan sang pemain, pihak klub hanya mengatakan lupa dimana menaruh sang pemain yang telah dipinjamnya dan berjanji akan mengembalikan apabila sudah ingat dimana sang pemain ditaruh. Namun hingga kini pihak Sassuolo tidak menerima pengembalian pemain yang telah dipinjaminya itu.

Oleh karena itu, kini Sassuolo bersikap tegas kepada Inter Milan supaya tak lupa telah meminjam pemainnya. Bahkan Sassuolo meminta uang sewa peminjaman kepada Nerazzurri beserta bunganya. Tapi Inter Milan enggan membayar bunganya karena anti riba. Nerazzurri khawatir pembayaran riba membuat sang pemain tidak berkah dan bermain buruk untuk tim biru hitam.

Setelah diperkenalkan kepada suporternya, Stefano Sensi langsung menuju Stadion San Siro untuk berlatih bersama tim barunya. Stefano Sensi sempat ditegur pelatih Inter Milan, Antonio Conte karena berlatih tak serius. Saat berada di lapangan, Stefano Sensi malah sibuk foto bersama fans nya.

“Hey, kok malah poto poto mulu? Latihan yang bener dong bro.” Ujar Conte.

“Bentar ih, ada yang ngajak poto masa ditinggal latihan, kasihan atuh bos udah jauh jauh kemari, hargai fans donk,” balas Sensi.

“Sensi amat sih lu, biasa aja kalik,” respon Conte.

Melihat sang pelatih dan kawan barunya bertengkar, pemain baru Inter Milan lainnya, yaitu Diego Godin berusaha melerai dan mengingatkan untuk kembali fokus latihan.

“Udah udah cukup, gak enak dilihat tetangga sebelah, masa kita tengkar mulu sih,” kata Godin.

“Ya biarin aja tetangga ngelihat kita, biasanya kita main bola malem malem juga banyak kok orang Indonesia yang ngelihat, apalagi Cuma tetangga, lha kok malah kamu sewot sih Din,” ucap Conte kepada Godin.

“Ya maaf bang, aku gak ada maksud untuk sewot, Cuma ngingetin aja. Maafin aku ya bang! Tiada Godin yang tak retak bang,” kata Godin berfilosofi.

Godin sendiri merupakan pemain baru Inter Milan yang direkrut dari klub kembarannya Real Madrid. Di tim kembarannya Real Madrid, Godin telah menjadi legenda seperti bapaknya. Godin adalah anak dari mang Udin, legenda tarkam di Italia Selatan. Kala itu mang Udin satu tim dengan Tugiyo dan Tugimin.

Selain Stefano Sensi dan Diego Godin, Inter Milan memiliki pemain baru lainnya bernama Valentino Lazaro, tetangga dari Valentino Rosi. Valentino Rosi sendiri masih sepupu dengan Rosi Putiray, legenda sepakbola dunia. Kembali ke Valentino Lazaro, Inter Milan bersukur telah mendapatkan tanda tangan dari pemain berambut gimbal tersebut. Namun sayang Inter Milan tak mendapatkan tanda tanda hari kiamat dari Valentino Lazaro karena hanya Tuhan yang tahu tentang ghoib.

Kedatangan Valentino Lazaro disambut dengan suka cita oleh pemain dan pendukung Inter Milan. Tapi sayangnya para pemain dan pendukung Nerazzurri enggan ikut merayakan ulang tahun Valentino Lazaro karena merayakan Valentin adalah haram. Valentino Lazaro pun menerima keputusan itu dengan lapang dada sambil mendengarkan lagu Sheila On 7 dengan judul yang sama. Maksudnya, judulnya “Lapang Dada” bukan “yang sama.” Karena kalau sama sudah pasti jadian.

Kembali ke Stefano Sensi. Setelah dilerai oleh Diego Godin, Stefano Sensi dan Antonio Conte pun berdamai dan kembali akur. Conte pun memberikan nasihat kepada Stefano Sensi untuk tidak terlalu menjadi orang yang gampang sensi. Namun Stefano Sensi mengatakan bahwa hal itu cukup sulit karena seluruh keluarganya adalah Sensi.

Inter Milan memang sedang membangun skuad tangguh untuk menjungkalkan Juventus sebagai penguasa tunggal di daratan Italia. Selama 8 musim ini Juventus nyaris tak memiliki pesaing berarti dalam perebutan trofi Liga Italia Serie A. Maka dari itulah Inter Milan bertekad mengembalikan kejayaan mereka di tanah Italia.

Hal pertama yang dilakukan Inter Milan adalah memecat Luciano Spaletti sebagai pelatih dan merekrut Antonio Conte. Setelah dipecat Nerazzurri, Luciano Spaletti kini sibuk sebagai pengusaha makanan spaletti dan pizza di sekitar stadion San Siro. Antonio Conte dipilih karena memiliki reputasi mentereng dengan membawa Juventus kembali meraih kejayaan di Italia pasca kasus Calciopoli. Selain itu Conte pernah membawa Chelsea yang dulunya pemain sinetron terkenal di Kepulauan Malta yang kemudian menjuarai Liga Inggris.

Hal kedua yang dilakukan Inter Milan setelah mendapatkan Antonio Conte adalah merekrut pemain pemain bagus untuk menyaingi kekuatan Juventus. Pemainnya gak terkenal tak masalah yang penting bagus. Karena Nerazzurri memiliki filosofi untuk apa pemain terkenal tapi gak bisa juara seperti tim ibukota Spanyol yang merupakan saudara dari Atletico Madrid.

Kini, setelah mendapatkan Diego Godin, Valentino Lazaro, dan Stefano Sensi yang tak lagi sensi, Inter Milan berupaya mendatangkan pemain bagus lainnya. Salah satu pemain yang diincar adalah penyerang tim nasional Belgia, Romelu Lukaku yang secara sah masih dimiliki oleh Manchester United. Namun tentu saja perekrutan Lukaku akan meninggalkan luka di hati para pendukung Manchester United.

Hal itu disebabkan karena Romelu Lukaku adalah legenda Manchester United sepanjang masa. Sejak dari pertama kali mengenakan jersey Man Utd yang ia beli di pasar alun alun, Romelu Lukaku tak pernah berhenti mencetak gol untuk tim nya. Maksud saya adalah tim di kampungnya, bukan Manchester United. Kalau di Man Utd, Lukaku nampaknya agak susah untuk mencetak gol karena kalah bersaing dengan Ruud Van Nistelroy dan Dwight Yorke.

Selain Romelu Lukaku, Inter Milan mengincar penyerang Liverpool asal Mesir yaitu Mo Salah. Tapi sepertinya keinginan Nerazzurri untuk memiliki Mo Salah bakal sulit karena sulit diterima suporter Nerazzurri yang perempuan. Kalau dipaksakan akan menjadi kurang bagus karena Mo Salah di mata perempuan selalu Salah. Manajemen Inter Milan pun memahami alasan tersebut.

Jendela transfer pemain di benua Eropa masih berjalan hingga akhir Agustus. Artinya, masih ada banyak waktu bagi Nerazzurri untuk mendapatkan lagi pemain berkualitas sebanyak banyaknya demi menggeser dominasi Juventus di tanah Italia. Kesempatan itu kemungkinan besar tak akan di sia sia kan oleh tim kembaran AC Milan tersebut. Apabila kesempatan itu di sia sia kan maka Inter Milan akan merugi sekali.

Sementara itu Juventus tak mau kalah dalam persaingan mendapatkan pemain yang berkualitas. Hingga artikel ini ditulis, total Juventus telah mendapatkan dua pemain baru, yaitu Aaron ramsey dan Adrien Rabiot. Rabiot sendiri direkrut Juventus setelah tim asal kota Turin itu sering disindir para suporternya dengan menyanyikan lagu “bojo galak” dan “ditinggal rabi.”

Merasa panas dengan sindiran suporternya, Juventus pun nekat merekrut Rabiot supaya lagu “ditinggal rabi” tak lagi dinyanyikan di dalam Stadion, apalagi di dalam kamar mandi, karena Juventus memiliki filosofi dilarang menyanyi di kamar mandi. Juventus juga masih mencoba mendatangkan pemain berkualitas untuk mempertahankan posisi sebagai penguasa Italia.

Beberapa pemain incaran Juventus diantaranya adalah Mathiss de Lijk, Paul Pogba, kiper veteran Gianluigi Buffon, dan Vladimir Vujovic. Waduh malah makin melebar kemana mana. Sepertinya cukup deh artikel sampah ini sampai di sini saja daripada tambah melebar kemana mana, dari bahas Stefano Sensi hingga pemain pemain Juventus. Nanti lama lama malah bahas legenda Sassuolo atau legenda Kepulauan Malta.

Artikel ini bukanlah tulisan serius yang dapat digunakan sebagai acuan berita, namun artikel ini adalah parodi karena penulisnya sedang gabut daripada gak ngapa ngapain ya mending nulis. Mau nulis politik tapi kepala puyeng, yaudah mending nulis tentang bola aja. Apabila terdapat kesamaan dengan kejadian di dunia nyata, maka hanya kebetulan saja. Maaf apabila ada suporter baik dari Inter Mila, AC Milan, Sassuolo, Juventus, Man Utd, Atletico Madrid, Real Madrid, dan Badak FC yang tersinggung dengan kata kata ane. Anggap saja hiburan, kalao tidak terhibur ya sekali lagi ane minta maaf, karena kalau minta traktir takut gak dikasih.